Tiga Remaja Korban Trafficking Mendapat Pendampingan Hukum

oleh -24 views

TULUNGAGUNG – Tiga remaja, NA (14), WA (15), dan APM (16) warga Tulungagng yang menjadi korban trafficking mendapat pendampingan dari Dinas Sosial dan Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung.

Kepala ULT PSAI Sunarto mengatakan, akan mengupayakan ke tiga remaja tersebut untuk kembali mengenyang pendidikan yang sebelumnya putus sekolah.

“Kita akan tetap berupaya supaya mereka bisa kembali sekolah, ucapnya Rabu (7/8/2019).

Proses pendampingan korban, lanjut Sunarto, akan dilakukan mulai kasus hukum hingga putusan pengadilan. Pihaknya juga melakukan upaya pemulihan psikologi para korban.

“Tak hanya kepada pihak sekolah, akan tetapi mendampingi pihak keluarga juga, karena pola asuh yang diterapkan salah, sehingga menyebabkan anak terjerumus ke pergaulan yang kuraang baik,” bebernya.

Kemudian dari asesmen yang kami lakukan, ternyata anak ini memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan keluarga. Kami akan melakukan pendekatan dan penguatan ke pihak keluarga sehingga anak ini bisa kembali ke keluarga.

Empat korban yakni NA (14), WA (15), APM (16) dan NP (20), saat ini kondisinya relatif stabil dan tidak sampai mengalami trauma berat. Proses pendampingan terhadap para korban dilakukan bersama Dinas Sosial setempat.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perempuan dan Anak pada Dinsos, KB dan PPA Tulungagung, Winarno mengungkapkan, untuk mencegah tidak terulangnya kejadian serupa, Dinas Sosial akan melakukan pembelajaran kepada masyarakat dan pelajar melalui upacara sekolah yang rutin dilakukan tiap senin.

“Kita akan merambah di tiap sekolah, agar anak-anak bisa terhindar dari hal negative terutama pemanfaatan IT (HP),”ujar winarno, Rabu (7/8/2019).

Ia menambahkan, selain masalah IT dan orang tua, faktor lingkungan juga menjadi penyebab anak terjerumus dalam pergaulan bebas. (gus/har/fif).