Idul Adha, Peralatan Memasak Bakaran Tradisional Banyak Diminati

oleh -19 views

KEDIRI – Disaat momen perayaan Idul Adha tiba, hampir setiap tahun pedagang alat masak bakaran tradisional diPasar Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri selalu banyak di datangi pelanggan.

Menurut keterangan Bu Sutikno (58) pedagang pasar Kelurahan Bandar Lor, jika dibandingkan hari biasa, ada peningkatan daya beli konsumen mencapai kisaran 30 persen. Alat bakar tradisional yang paling banyak dicari diantaranya tusuk sate, kayu bakar arang, tungku, hingga tempat panggangan sate.

Karena banyaknya permintaan konsumen, ada beberapa peralatan memasak bakaran yang mengalami perubahan harga. Tusuk Sate yang biasanya hargnta Rp 8000 naik menjadi RP 9000 Kayu bakar arang sebelumnya dijual Rp 3500 naik Rp 4000. Sementara untuk panggangan sate masih tetap stabil tidak naik ukuran kecil dijual Rp 12.000 ukuran besar Rp 25.000.

Ditambahkan Bu Sutikno, peralatan bakaran seperti Tusuk sate, kayu bakar arang dan tungku berbahan tanah liat semuanya dipasok dari luar Kota diantaranya Bojonegoro, Madiun, Tulunganggung dan Madiun. Dari sekian banyak peralatan memasak tradisonal yang ia jual, paling laku kayu bakar arang.

” Ya allhamdulilah mas berkat doa sampeyan ada peningkatan pembeli. Kayu bakar arang, Tusuk Sate dan panggangan pembeli meningkat 30 persen. Tapi paling banyak diminati kayu bakar arang, ” Tuturnya Minggu (11/08/2019) Sore.

Sementara itu, terkait adanya himbaun untuk tidak mempergunakan bahan dasar plastik sebagai tempat menaruh daging kurban, ternyata membawa pengaruh pada omzet penjualan besek yang mendadak laku dipasaran.

Meski banyak diminati, namun untuk harga besek masih tetap sama tidak naik. Ukuran besek kecil dijual kisaran Rp 1300. Sementara ukuran besar di banderol Rp 2000 per biji. Tempat besek ini didatangkan dari wilayah Magetan. Ia tidak menyangka jika permintaan besek berbahan anyaman bambu begitu banyak. Dari 800 besek yang ia datangkan dari Magetan kini, hampir habis tersisa sedikit.

” allhamdulilah ada tapi tidak terlalu banyak, ini baru tahu kalau Ibu Mentri menghimbau buat daging pakai besek. Tadi ada 800 biji besek sekarang tinggal sedikit Allhamduliah,” Beber Ibu tiga anak yang mengaku berjualan peralatan masak tradisonal sejak 35 tahun silam ini.(pens)