Warga Desa Pelem Kec. Campurdarat Menuntut Pembongkaran Makam Suryat Suyono

oleh -39 views

TULUNGAGUNG – Warga Desa Pelem Kecamatan Campurdarat menuntut pembongkaran makam yang ada di belakang masjid milik Imam Maksum. Untuk meyampaikan aspirasinya, ratusan warga itu mendatangi balai desa setempat, Senin (12/8/19).

Bukan tanpa alasan warga menuntut pembongkaran makam itu. Pasalnya warga menganggap makam Suryat Suyono, warga Desa Margomulya Kecamatan Watulimo Trenggalek itu diluar kelaziman warga sekitar.

“Pemakaman ini tidak disetujui oleh warga karena tidak megikuti adat-istiadat ,” ujar Jilan, perwakilan warga, Senin (12/8/2019).

Suryat Suyono sendiri merupakan ayah angkat dari Imam Maksum, pimpinan sebuah kelompok yang berada di Desa Pelem. Keberadaan kelompok itu pun juga dianggap tidak jelas oleh warga, lantaran pengurus dan pengikutnya tidak pernah bersosialisasi dengan warga.

“Selama ini, baik pengurus (Imam Maksum) dan pengikutnya tidak pernah bersosialisasi dengan warga,” ujarnya lebih lanjut.

Suasana di balai desa sempat ricuh lantaran Imam Maksum enggan hadir dalam mediasi yang dipimpin oleh Camat Campurdarat Anang Sudrajad.

Warga tetap kukuh meminta agar mediasi menghadirkan Imam Maksum. Akhirnya Imam Maksum dijemput oleh pihak keamanan guna dihadirkan dalam mediasi itu.

Imam Maksum beralasan memakamkan Suryat Suyono karena wasiat dari almarhum.

“Saya tidak bisa, karena ini wasiat dari ayah (angkat) saya,” ujar Imam Maksum.

Dalam mediasi, Imam Maksum awalnya menolak untuk memindahkan makam tersebut. Namun lantaran situasi semakin tidak kondusif, akhirnya disepakati makam akan dipindah, namun pihak Imam Maksum meminta waktu hingga Kamis (15/8/19) mendatang.

“Akhirnya pihak keluarga bersedia memindahkan makam itu, namun meminta waktu hingga Kamis (15/8/19),” ujar Pj. Kades Pelem, Tumijan dihadapan warga.

Padahal, kata Tumijan, makam umum di Desa Pelem ada 5 lokasi. Dirinya mengijinkan siapapun dimakamkam di Desa Pelem asalkan sesuai dengan prosedur.

“Makam terdekat dari masjid Imam Maksum kurang dari 500 meter,” terangnya.

Dirinya mengetahui pemakaman Suryat Suyono pada Selasa (6/8/19) lalu. Dirinya dengan perangkat desa lainya sempat mendatangi guna mempertanyakan pemakaman itu. Namun bukanya jawaban yang didapat, justru dirinya dihujat oleh pengikut Imam Maksum.

Bahkan saat hendak pulang dari lokasi pemakaman, dirinya dan perangkat lainya juga dihadang oleh ratusan masa pengikut Imam maksum.

Kini pihaknya dan warga menunggu janji dari pihak Imam Maksum untuk memindahkan makam. Warga memberi tenggang waktu hingga tanggal 15 Agustus mendatang.

“Janjinya paling lambat tanggal 15 Agustus, saat ini masih berunding tentang lokasi pemakaman yang baru. Apa di makamkan di Desa Pelem atau di Desa asal Suryat Suyono di Trenggalek,” tandasnya. (gus/har/fif).