Pelaku UKM Tulungagung Mengeluh Sulitnya Mengurus Izin Sertifikat Halal

oleh -24 views

TULUNGAGUNG – Mengingat mengurus persyaratan dan mendapatkan sertifikat halal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui Kasi Kefarmasian, Masduki mengungkapkan, tidak melarang bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menjual produk makanan dan minuman. Asalkan penjualannya ditempat-tempat tertentu, seperti ketika ada event.

Masduki menjelaskan, kebijakan pemerintah untuk mencamtumkan BPOM atau Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat, meskipun untuk mengurusnya sangat sulit, dan bisa menghambat jalannya perkembangan UKM.

“Otomatis menghambat jalannya para pelaku UKM di Tulungagung dibidang produk minuman,” terang Masduki, Rabu (21/8/219).

Sementara itu, Suwanto, pelaku UKM mengeluhkan sulitnya mengurus dan mendapatkan sertifikat halal dari BPOM. Pasalnya harus memenuhi persyaratan atau kriteria tertentu.

“Tempatnya harus benar-benar steril dari kuman atau bakteri,” ucapnya, Rabu (21/8/2019).

Ia juga mengatakan, selain tempatnya harus steril dari kuman dan bakteri, bahan bakunya harus benar-benar bersih.

“Pelaku usaha dituntut untuk memeriksakan hasil produksinya ke laboratorium guna mengetahui keamanan kandungan produksi olahan makan atau minumannya,” jelasnya.

Mengingat prosedurnya sangat ketat, tentu saja membutuhkan biaya yang sangat banyak untuk memeriksakan hasil produksinya ke laboratorium.

“Untuk satu produk membutuhkan biaya sekitar dua juta rupiah, katanya.

Lebih lanjut Suwanto menjelaskan, meskipun dibilang mahal, pihaknya mendapat diskon 50 persen dari provinsi untuk mengurus sertifikat BPOM.

“Saat ini ada sekitar 4 ribu lebih pelaku UKM, dan untuk pengusaha minuman kemasan sekitar 500 an,” bebernya.

Mereka diharuskan sudah mengantongi sertifikat dari BPOM pada akhir November 2019 ini. Jika tidak, mereka tidak bisa memasarkan produknya secara luas.

“Tidak boleh luas, kita jual hanya lokalan saja,” tandasnya. (gus/har/fif).