Ruang Laboratorium RSUD Gambiran II Kota Kediri terbakar, 10 Pasien Di Evakuasi

oleh -16 views

KEDIRI – Ruang Laboratorium RSUD Gambiran II Kota Kediri Senin 09 September 2019 sore terbakar. Dalam kejadian ini, ada sekitar 10 pasien yang diduga sedang melakukan cuci darah terpaksa harus dievakusi keluar dari ruangan sebagai upaya antisipasi karena sebelumnya dikhawatirkan api akan merembet ke tempat lain.

” Ah bener itu tadi ada sekitar, 10 pasien yang sedang proses cuci darah. Tapi bukan di satu ruangan, tapi disebelah. Sebenarnya tidak sampai menjalar ke tempat ruangan cuci darah, tetapi antisipasi saja sempat digeser keluar. Saya kira nggak ada masalah,” Terang Kapolsek Pesantren Kompol Paidi.

Ditambahkan Kompol Paidi, diduga api berasal dari AC yang terbakar kemudian kabel meleleh merembet keperalatan fisik semacam meja, peralatan tulis dan sebagainya.

” Api dari AC yang terbakar, dan meleleh ya kemudian kabel juga terbakar. Merembet ke bawahnya, ada meja, alat tulis dan sebagainya,” Kata Paidi.

Karena kesigapan petugas PDAM dibantu oleh karyawan Rumah Sakit, sekitar 15 sampai 20 menit api akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung Api tidak sampai Merembet ke tempat lain, melainkan hanya di ruang Laboratorium saja.
Dalam kejadian ini, dua unit Mobil Pemadam Kebakaran dikerahkan ke lokasi.

” Tapi baru satu Unit sudah tuntas, ” Timpal mantan Kasat Intelkam Polres Kediri Kota ini, ditemui dilokasi kejadian.

Sementara itu Plt Direktur RSUD gambiran II Dr Fauzan Adima ketika dikonfirmasi menjelaskan, jika peristiwa kebakaran yang menimpa ruang Laboratorium terjadi sekitar pukul 15.30 wib. Ia menjelaskan jika tiba tiba muncul asap yang berasal dari ruang Laboratourim.

” Ini mungkin kejadian pertama di RSUD Gambiran, diduga konsleting alat alat laboratorium. Kemungkinan diCentrifius atau di alat blender lainya, tapi masih dugaan, ” Ungkapnya.

Karena ruang Laboratorium berdekatan dengan ruang Hemodialisai, maka upaya yang dilakukan pihak Rumah sakit adalah mengevakusi pasien yang ada disana. Para pasien dievakuasi dititik kumpul, selanjutnya yang mendapatkan pelayanan diarahkan ke UGD. Akibat kejadian ini, pelayanan dilaboratorium untuk sementara waktu tidak bisa diberikan.

” Allhamdulilah waktu itu, tidak ada pelayanan dilaboratorium. Ini sementara kita bersihkan dulu, setelah itu kita cek kembali instalasi listriknya. Kalau sudah aman baru kita buka pelayanan Laboratorium,” Papar Dr Fauzan.

Sementara itu untuk pelayanan pasien Hemodialisai yang sempat terhenti, kini bisa difungsikan kembali karena api tidak sampai merembet ke ruangan tersebut. (fen)