Tak Berijin, Satpol PP Tulungagung Segel Tempat Karaoke Idaman

oleh -20 views

TULUNGAGUNG – Satpol PP Tulungagung akhirnya menyegel warung dan karaoke Idaman di Dusun Kedungjalin Desa Junjung, Sumbergempol, Selasa (10/9/19).

Selain tidak dilengkapi dengan ijin, warung milik Markini (65) ini juga kedapatan mengerjakan wanita dibawah umur sebagai pemandu lagu.

“Karena belum berijin, maka untuk sementara warung dan karaoke ini ka mi segel,” ujar Kasatpol PP Tulungagung melalui Kasi Informasi dan Publikasi, Artista Nindya Putra.

Penyegelan dilakukan dengan menempelkan stiker beruliskan “disegel, dalam pengawasan Satpol PP Tulungaung” di 2 room yang ada di warkop ini.

Segel akan dibulka jika pemilik sudah melengkapi ijin usahanya.
Pemilik Warkop, Markini hanya mengantongi serifikat HAKI (hak atas kekayaan intelektual) untuk lagu-lagu yang diputar di warkop miliknya. Itupun sudah kadaluwarsa sejak 4 tahun lalu.

Markini hanya pasrah atas penyegelan ini. Pihaknya akan melengkapi ijin usahanya agar bisa beraktifitas seperti sedia kala. “Saya akan melengkapi ijin, biar bisa usaha lagi,” ujar Markini.

Sebelumnya di warkop dan karaoke milik Markini, Satpol PP Tulungagung berhasil mengamnkan wanita dibawah umur yang diperkerakan sebagai pemandu lagu, sebut saja Melati (16).

Melati (16) diamankan lantaran adanya aduan masyarakat jika ada tempat karaoke yang memperkerjakan anak –anak.

Saat diamankan Melati sedang mendampingi pelanggan menyanyi di room. Melati berasal dari Desa Wajak, Kecamatan Turen, Malang.
Gadis bertubuh sintal ini mengaku diajak temanya ‘Tari’ yang sudah lebih dulu bekerja di cafe ini.

Dicafe milik Markini ini Melati sudah bekerja sejak 1 bulan lalu. Di cafe ini ada sekitar 4 pemandu lagu, yang kesemuanya berasal dari luar kota.

Dari pengakuan Melati, sebulan dia digaji sebesar 1 juta rupiah. Belum lagi tios yang diterimanya dari pelanggan saat mendampingi karaoke di room.
Room yang ada sebanyak 2.

Kondisi room terlihat kumuh dan pengap. Mirisnya saat ditanya oleh Satpol PP, Melati mengaku dipaksa untuk melayani nafsu salah satu pelangganya yang berprofesi sebagai perangkat desa (Uceng).

Melati dengan gamblang menceritakan waktu dan tempat dirinyab dinodai oleh Uceng. Dirinya dipaksa berhubungan badan oleh Uceng pada hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019 sekitar pukul 1 malam di dalam kamarnya.

Untuk menguatkan pengakuan Melati, Satpol PP meminta Melati membuat surat pernyataan bermaterai, jika pernah di paksa berhubungan badan oleh Uceng.

Lantaran mengaku diperkosa oleh salah seorang pelangganya, Melati akhirnya diantar oleh Satpol PP ke ULT PSAI (Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif) Tulungagung, untuk mendampinginya melaporkan kasus itu ke pihak berwajib.(gus/har/fif)