Penasehat KPK M.Tsani Annafari: Pemkab Tulungagung Banyak Perubahan Setelah Adanya OTT

oleh -148 views

TULUNGAGUNG – Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Tsani Annafari mengapresiasi langkah Pemkab Tulungagung (ASN) yang melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Hal tersebut disampaikan dalam Road Show Bus KPK di Tulungagung, Selasa (17/9/219) di Gor Lembu peteng.

Dengan adanya OTT di Kabupaten Tulungagung pada tahun 2018 lalu, berdampak positif terhadap pembangunan dan jalannya roda pemerintahan di Tulungagung, kata Penasehat KPK, M. Tsani Annafari.

“Ternyata apa yang kita lakukan di Tulungagng ini, kita lakukan OTT berdampak sangat bagus. Pasca OTT, banyak perubahan yang kita lihat di Pemkab. Tulungagung,” kata Tsani, Selasa (17/9/2019).

Dirinya mencontohkan, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Tulungagung sudah 100 persen. LHKPN tersusun rapi dan sesuai dengan ketentuan. Berbeda dengan sebelum adanya OTT, LHKPN pejabat di Tulungagung tidak sampai 100 persen.

Namun pihaknya akan meneliti kembali LHKPN yang disetorkan, apakah memang benar 100 persen atau hanya cuma angka.

“Penyerahan LHKPN 100 persen merupakan salah satu indikasi Tulungagung lebih baik di banding sebelum adanya OTT. Dari 24 kota yang saya datangi, baru 2 yang (LHKPN) 100 persen, Tulungagung dan Badung, Bali kalau enggak salah,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, bentuk komitmen lainya adalah pengesahan peraturan Bupati (Perbup) tentang anti korupsi. Perbup ini akan dimasukan dalam kurikulum pendidikan di Tulungagung dari tingkat sekolah dasar hingga SMA.

“Hal itu menunjukan daya lentik dari OTT yang dilakukan, tidak hanya membuat orang takut, tapi juga menyadari apa yang hrus dilakukan untuk berbagi keadaan,” bebernya.

Dengan pembinaan yang lebih baik, dirinya berharap agar tidak ada lagi muncul OTT di kabupaten Tulungagung.

Pemkab Tulungagung diharapkan bekerja sama dengan Tim Koordinasi dan Supervisi (Korsup) agar Tulungagung lebih baik.

Disinggung terkait status tersangka mantan ketua DPRD Tulungagung, Spyto, Tsani mengakatakan proses sudah berjalan. Tidak ditahanya yang bersangkutan, menurutnya penyidik punya pertimbangan sendiri.

“Itu sudah dilakukan prosesnya, kita ikuti saja. Penyidiknya punya pertimbangan untuk melakukan itu (penangkapan) atau tidak melakukan itu,” pungkasnya. (gus/har/fif).