Ribuan Peziarah Dari Berbagai Daerah, Datangi Makam Nyai Lilik

oleh -13 views

SURYA RADIO KEDIRI – Pasca meninggalnya Nyai Lilik Suyati , tempat Pemakaman KH Hamim Thohari atau Gus Miek Di dusun Tambak Desa Ngadi Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri banyak didatangi Peziarah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Per harinya jumlah peziarah mencapai seribu pengunjung.

” Pengunjung paling banyak datang, pada waktu selesai Ashar hingga malam hari mas. Diperkirakan mencapai 1000 orang, datang silih berganti menggunakan mobil pribadi, kendaraan roda dua mau pun mini bus,” Terang Kasanan petugas keamanan makam.

Pengunjung yang datang bervariatif, ada dari Surabaya, Pasuruan, Jember, Banyuwangi atau pun lokalan Kediri. Letak Makam Nyali Lilil Suyati berada dalam satu ruangan bersebelahan dengan makam Gus Miek. Ditambahkan Kasanan, para peziarah yang datang ke makam Nyai Lilik Suyati hanya untuk sekedar kirim doa dan takziah.

Jika sebelum Nyai Lilik Suyati Wafat, jumlah peziarah yang datang hanya kisaran ratusan saja per harinya. Diketahui sebelum meninggal Gus Miek memiliki ide untuk membangun ruangan makam. Bangunan makam tersebut nantinya bisa ditempati 41 ulama se Jawa Timur.

” Gus Miek mempunyai ide, mengumpulkan ulama Se Jawa Timur nanti 41 ulama disini. Para ulama itu berasal dari Jember, Banyuwangi bahkan Bali sekali pun. Kalau sekarang kira kira kurang lebih sudah ada 30 Ulama, ” Jelas Kasanan.

30 Ulama se Jawa Timur yang sudah dimakamkan tersebut diantaranya, termasuk Gus Miek Sendiri, Kyai Masudik Jember, Kyai Yasin Yusuf Blitar, Mbah Danan Trenggalek, dan lainya. Ruang bangunan makam ini mulai dibangun setelah Gus Miek meninggal dunia pada tangal 5 Juni 1993.

” diusahakan disini harus bersih dari orang meminta minta (pengemis). Sama petugas keamanan dan warga lingkungan sekitar jika ada orang yang meminta minta itu dilarang. Sebabnya jika diperbolehkan khawatirnya nanti malah membawa teman untuk diajak kesini. Bahkan jika ditemukan, mereka nantinya akan dipulangkan dan diberi bekal, ” Papar pria yang sudah 20 tahun lebih bertugas disini.

Peraturan ini diterapkan dengan maksud agar tidak mengganggu ke khusyukan peziarah yang sedang berdoa.

Saat pemakaman Nyai Lilik Suyati, semua anak Gus Miek datang antara lain H AGus Tajjudin, H Agus Sabuth Panoto Projo, dan lainya. Putera kedua Gus Miek yang kini melanjutkan perjuangan dalam Semaan Al- Quran Jatiku Mantab,
Semasa hidupnya Nyai Lilik Suyati juga seriang kali berziarah ke makam suaminya Gus Miek.

Ramainya peziarah yang berkunjung, tentunya membawa dampak positif menopang perekonomian warga sekitar. Yakni dibukanya lahan tempat parkir, serta warung jualan makanan dan minuman.

” Sekarang ada tempat parkir, kalau satu nggak mumpuni tidak cukup. Sekarang ada dua tempat Parkir, ” Bebernya
Jumlah orang yang datang ke makam Gus Miek, bisa semakin bertambah banyak terutama pada saat malam Jumat Kliwon. Dimana disana ada kegiatan berdzikir yang melibatkan jamaah Dzikrul Ghofilin dipimpin oleh Putera Gus Meik, Gus Sabuth. (nar/wing)