Jamin Keamanan Pangan, Bupati Tulungagung Turun Langsung Ke Lapangan

oleh -8 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat Tulungagung, Bupati Maryoto Birowo melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan, Rabu (16/10/19) Bersama TKPD (Tim Keamanan Pangan Daerah), Bupati memeriksa jajanan, ikan, sayur dan buah yang dijual di pasar dan sekolah.

TKPD di bentuk berdasarkan Perbub nomer 31 tahun 2019 dan di SK kan oleh Bupati dengan Nomer SK. 401. TKPD terdiri dari Badan Ketahanan pangan, Dinkes, Satpol PP dan Indag.

“Perkembangan masa kini banyaknya makanan olahan, mengandung masalah unsur kimia,” ujar Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo.

Unsur kimia yang dimaksud ialah yang penggunaanya bukan untuk makanan, namun dipaksakan oleh pedagang untuk mempercantik dan mengawetkan makanan. Zat-zat berupa formalin, boraks, dan rodamin B jika menumpuk dalam tubuh dapat berpotensi mengkibatkan kerusakan berat pada tubuh.Kerusakan yang dimaksud bisa berupa kanker hingga gagal ginjal.

Titik awal pemeriksaan dilakukan di Pasar Bandung. Di pasar yang terletak di wilayah selatan Tulungagung ini, TKPD memeriksa jajanan berupa kue basah, ikan, buah dan sayur yang dijual pedagang. Sampel jajanan, ikan, buah dan sayur diambil untuk selanjutnya di periksa.

Tak hanya menyasar pasar, pemeriksaan juga dilakukan di kantin sekolah. Satu sekolah swasta dan satu sekolah dasar negeri.

Di sekolah Al Azhar yang berada di samping pasar Bandung, petugas memeriksa kerupuk dan ayam goring yang dijual di kantin sekolah.
Sedang di SDN 1 Bandung, petugas memeriksa aneka jajanan dan buah-buahan yang dijual di kantin.

Dari hasil pemeriksaan itu didapati semua makan yang dijual terbebas dari zat kimia berbahaya.

“Enggak ada, ternyata penyuluhan yang kita lakukan selama ini dipatuhi,” ujar Maryoto.

Bahkan secara langsung Maryoto memakan jajanan yang dijual di sekolah, untuk membuktikan jika jajanan itu aman untuk dikonsumsi.

Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan tes kit yang bisa diketahui hasilnya secara langsung.Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin setiap 3 bulan sekali dengan sasaran berbeda.“Kita terus lakukan pemeriksaan ini secara rutin tiap 3 bulan sekali,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung, Sigit Setyawan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, kerupuk merupakan produk pangan yang sering ditemui menggunakan zat kimia berbahaya berupa pewarna tekstil rhodamin B, dan borak untuk merenyahkan kerupuk.“Di masyarakat kita boraks sering dikenal dengan ‘uyah bleng’, memang bentuknya garam tetapi garam yang berbahaya,” terang Sigit.

Dari zat kimia yang sering digunakan dalam makanan, lanjut Sigit, formalin merupakan zat kimia yang paling berbahaya. Zat kimia ini biasa digunakan dalam pembuatan bakso sehingga tidak basi meski disimpan berhari-hari. Selain itu juga digunakan untuk mengawetkan ikan.Formalin biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat agar tidak cepat membusuk.

“Ikan itu biasanya dari luar kota, agar awet kadang-kadang diformalin,” tuturnya.

Cara paling mudah untuk mengetahui ikan diformalin atau tidak adalah dengan melihat ikan itu di kerubuti lalat atau tidak.Jika ikan itu tidak dikerubuti lalat, maka kemungkinan besar ikan itu sudah diformalin, lantaran formalin bersifat disinfektan atau mencegah pembusukan. Ciri lainya, ikan akan terasa kenyal saat ditekan.

Untuk sayuran dan buah-buahan biasanya menggunakan insektisida berlebihan. Biasanya yang sering menggunakan pestisida berlebih adalah sayur dan buah yang berasal dari dataran rendah.

“(penggunaan) pestisida tidak dilarang, yang dilarang dosisnya,” terangnya.
Jika mengkonsumsi sayur dan buah yang terlalu banyak mengandung pestisida berakibat tubuh mengalami keracunan berupa pusing hingga kematian.
Untuk menghilangkan pestisida yang ada dalam buah dan sayur bisa dilakukan dengan mencucinya menggunakan air bersih yang mengalir.(fif)