Pj. Sekda Tulungagung: Membuang Sampah Sembarangan Akan Dapat Sanki atau Denda

oleh -63 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Sampah masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Tulungagung saat ini, karena jumlahnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sementara itu, Tempat Penampungan Akhir (TPA) Segawe sudah melebihi kapasitas, sehingga Pemkab Tulungagung harus menyediakan lahan baru sebagai tempat pengelolaan sampah.

Sebagaimana yang telah diprogramkan oleh Pemerintah Pusat, pada tahun 2025 semua kabupaten dan kota harus bisa mengelola sampah dengan baik. Sehingga pada tahun tersebut, seluruh kabupaten dan kota di Indonesia telah dinyatakan zero waste atau bebas sampah.

Tetapi persoalan tersebut tidak serta merta bisa diselesaikan tanpa adanya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Sukaji, Penjabat (Pj.) Sekda Kabupaten Tulungagung mengatakan, Pemkab Tulungagung akan menerbitkan Perbup terkait sanksi atau denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan.

Rumusan Perbup sedang dibahas bersama tim teknis sebelum dapat disahkan dan disosialisasikan.

“Tentunya ada sanksi tegas yang harus diberikan kepada warga yang masih membuang sampah di aliran sungai atau ditempat yang bukan peruntukannya,” ucap Pj. Sekda Sukaji, Jumat (18/10/2019).

Ia mengatakan, masih banyak warga yang membuang sampah pada tempat yang tidak semestinya, sehingga berdampak pada ancaman kerusakan ekosistem.

Salah satunya Kali Ngrowo yang sering dijadikan tempat membuang sampah oleh oknum warga yang tidak bertanggungjawab. Sampah rumah tangga serta plastik bekas, sering terlihat mengapung di permukaan sungai.

“Meskipun Satgas Kali Ngrowo yang dibentuk oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung sering membersihkan sampah, tetapi tumpukan sampah muncul kembali keesokan harinya,” terangnya.

Untuk memberikan efek jera bagi warga yang membuang sampah sembarangan, baik di sekitar lingkungan perumahan maupun aliran sungai akan diterbitkan suatu aturan berupa Perbup.

“Dalam Perbup tersebut akan diatur tentang sanksi dan denda yang diberikan kepada masyarakat yang terbukti membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Sebagaimana telah diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia, Pemkab Tulungagung akan menerapkan hal serupa dalam Perbup.

Kabupaten Tulungagung akan ikut serta dalam penilaian Adipura tahun 2025 dengan berbagai skema penilaian yang dilakukan oleh tim dari Kementerian.

Ada berbagai poin yang menjadi dasar penilaian, termasuk upaya pemerintah daerah dalam menyadarkan masyarakat tentang pengelolaan sampah.

“Kita sudah menyiapkan berbagai hal yang akan dinilai oleh tim Adipura, sehingga nanti pada tahun 2025, Kabupaten Tulungagung bisa menjadi kota zero waste atau wilayah tanpa sampah,” ujar Sukaji.

Sukaji berharap, warga Tulungagung bisa lebih peduli dengan lingkungannya untuk kualitas hidup yang lebih baik. Secara bertahap, berbagai langkah penting akan diambil Pemkab Tulungagung untuk bisa memboyong piala Adipura.(gus)