Puluhan Benih Ilegal, Dari 16 Negara Di Musnahkan

oleh -6 views

SURYA RADIO KEDIRI – Badan Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Kantor Pos Kediri Jawa Timur musnahkan sejumlah barang siataan berupa benih tanaman Sayuran, Tanaman Hias, Tanaman Perkebunan, Bahan asal Tanaman baik yang belum di olah mau pun sudah diolah.

Barang ilegal ini disita melalui Kantor Pos Kediri, yang rencananya dikirim untuk wilayah Jombang, Nganjuk, Blitar, Tulunganggung dan Trenggalek. Pada umumnya pengirimnya berasal dari Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, China dan Hongkong.

Kronologis, pengungkapan kasus ini berawal ketika petugas menerima barang berupa biji umbi dan batang tanaman terdiri beni tanaman Padi, Palawija, Sayuran, Tanaman Hias, Tanaman perkebunan dan hasil tanaman baik berupa olahan mau pun bahan yang belum di olah, sebanyak 59 intem yang dikemas dalam bentuk Sachet serta karton.

Setelah dicek oleh Petugas Karantina ternyata Komoditas pertanian tersebut berasal dari Luar Negri yang tidak dilengkapi dokumen persyaratan Karantina yaitu Phytosanitary Certifikate (PC) dari negara asal serta tidak dilengkapkan Surat Ijin Pemasukan dari Mentri Pertanian khusus benih dan bibit tanaman.

Tangkapan barang ilegal ini berlangsung sejak tanggal 16 Mei 2019 sampai dengan tanggal 16 September 2019. Menurut keterangan Musyaffak Fauzi selaku kepala Badan Karantina Pertanian Surabaya mengatakan jika ada sekitar 69 item barang yang disita. Puluhan barang tersebut, berasal dari pengiriman Luar Negri yang dipesan konsumen secara On Line.

” Kebetulan tadi ada 59 item, dari 16 Negara. Itu tidak dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan atau Phytosanitary Certificate Undang Undang Karantina no 16/1992. Dari 59 Item barang yang disita rata rata benih, ” Ungkapnya Jumat (18/10 /2019).

Sebenarnya pihak Badan Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Kantor Pos Kediri, memberikan kesempatan kepada penerima untuk melengkapi dokumen Sertifikat sesuai ketentuan. Jika dokumen tidak segera dilengkapi selama 14 hari masih diberi kesempatan untuk mengembalikan barang pesanan itu kepada pengirim. Apabila masih belum bisa, terpaksa barang ilegal ini harus dimusnahkan. (Nar/wings)