Wisata Danau Kelud Tawarkan Tawarkan Pemandangan Yang Eksotis

oleh -9 views

SURYA RADIO KEDIRI – Ingin berwisata yang anti-mainstream, cobalah datang ke Danau Kelud saat kemarau. Danau kaldera yang berada di ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut itu memberikan pemandangan yang menakjubkan.

Saat kemarau, air danau yang biasanya berwarna bening dengan nuansa hijau kebiruan berubah menjadi oranye atau jingga. Warna kuning pekat tersebut membuat danau yang tenang itu makin tampak eksotis. Sangat cantik untuk tempat berfoto dan berwisata.

Perubahan warna air di danau yang tercipta usai letusan Gunung Kelud pada 2014 lalu itu, diduga terdampak musim. Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kediri dan sekitarnya, membuat debit air yang masuk ke danau berkurang.

Berubahnya warna air danau kawah Gunung Kelud ini terjadi selama beberapa bulan terakhir. Jika dilihat, lebih cenderung kuning ke oranye. Hal tersebut dibenarkan oleh Petugas Pos Pemantauan Gunung Kelud Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Khoirul Huda.

“Memang karakternya seperti itu. Dari dulu kalau kemarau panjang, warna kawah Kelud selalu berubah. Karena tidak ada air yang memenuhi danau dan terjadi pengurangan volume air kawah,” jelas Khoirul.

Khoirul menegaskan, bahwa yang berkurang adalah volume air. Sementara untuk kandungannya tetap. Hal itulah yang mengubah warna air kawah.

“Selama kemarau panjang, air kawah Kelud menguap besar-besaran. Sementara input air tidak ada. Ada pun sangat kecil, dari sumber yang ada di sekitar kawah,” paparnya.

Termasuk dalam waktu lima bulan ini, puncak gunung tidak ada hujan sama sekali. Bahkan, terakhir permukaan air kawah turun sampai 10 meter. Jika dilihat seksama, sisa-sisa belerang terlihat jelas menempel di sekeliling bibir kawah.

Ketika musim penghujan, Khoirul menyebut, warna air kawah Kelud kuning cenderung kehijauan. “Tapi sekarang (musim kemarau) warnanya kuning cenderung oranye,” jelasnya saat ditemui di kantor Pos Pemantauan PVMBG Desa Suhgihwaras, Kecamatan Ngancar.

Penguapan air yang dimaksud Khoirul, mengakibatkan unsur-unsur kimia yang terkandung pada kawah Kelud seperti zat besi atau belerang tidak bisa cair. Beberapa terlihat mengendap.

Termasuk kondisi penurunan permukaan air kawah itu juga berakibat unsur kimia tersebut tidak bisa keluar melalui terowongan paling dasar.(nar/wing/Kominfo)