Pasca Ombak Tinggi, Stock Ikan di Pasar Tradisional Kosong

oleh -322 views

Tulungagung – Para nelayan dipesisir pantai selatan tidak melaut dikarenakan ombak yang sangat tinggi. Dampak dari tingginya ombak dirasakan oleh para pedagang ikan laut segar di pasar tradisional ngemplak karena stock ikan kosong siang tadi Jumat, (27/7).
Seperti diketahui, tingginya ombak di laut selatan membuat nelayan enggan berkatifitas mencari ikan. Bahkan tingginya ombak telah berdampak pada ratusan rumah di wilayah selatan Tulungagung yang berbatasan langsung dengan wilayah laut. Tak hanya rumah, belasan perahu nelayan juga rusak akibat terjangan ombak.

Warga desa waung kecamatan Boyolangu itu juga ungkapkan stok ikan jenis lainya juga menipis. Seperti halnya ikan tuna dan yang saat ini semakin sulit didapat lantaran tingginya ombak di pantai selatan pulau jawa. “Tuna ada, tetapi stoknya sedikit,” imbuhya lebih lanjut.

Meski begitu, sedikitnya stok ikan tuna dipasaran tidak membuat harga ikan perairan dalam itu melonjak. Kalaupun ada peningkatan, itupun tidak signifikan. “harganya masih sekitar 35 ribu perkilo, masih wajar,” tuturnya.

Sama halnya Jumiati, Asna salah satu pedagang di pasar Ngemplak juga keluhkan sedikitnya pasokan ikan. Selain berkurangnya pasokan ikan, harga beberapa ikan dan komoditas laut lainya juga beranjak naik. Seperti halnya udang yang kenaikanya mencapai 10%. “Udang naiknya 10%, sekarang harganya 75 ribu perkilo,” kata Asna.

Cumi-cumi pun juga mulai beranjak naik. Jika sebelumnya hewan bertentakel itu dijual dengan harga 50 ribu perkilo, kini paska buruknya perairan di wilayah selatan, harga cumi-cumi menjadi 55 ribu perkilo. Kondisi ini sudah dirasakan oleh pedagang ikan sejak satu bulan yang lalu. Penjualan ikan pun juga turut menurun seiring naiknya harga ikan di pasaran. “Biasanya 1,5 kuintal perhari, sekarang satu kuintal saja tidak habis,” keluhnya.(gus)