Sensasi Mandi Pagi Bersama Sejuta Ikan, di Desa Jambu Kab. Kediri

oleh -389 views

Kediri Рsuara gemericik air sungai harinjing terdengar mengalir disepanjang tempat saluran irigrasi sepanjang 300 meter di dusun Kedung Cangkring Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri Jawa Timur. Di dalam air terlihat jutaan ekor ikan bergerombol saling berebut makan pemberian dari pengunjung. Pemandangan seperti ini dapat dijumpai di wisata desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.

Wisata edukasi sejuta ikan baru ada sekitar dua tahun lalu. Dulu sebelum ditetapkan sebagai lokasi wisata desa, tempat ini setiap harinya dipergunakan oleh sejumlah warga untuk buang hajat (BAB).
Disepanjang saluran irigrasi bercokol sejumlah lapak yang dibangun oleh warga untuk penutup saat akan buang air besar. Melihat kondisi seperti ini membuat pihak perangkat desa merasa prihatin. Tidak lama berselang timbul ide atau gagasan dari kepala desa Agus Joko Susilo (34) untuk merubah lingkungan sekitar menjadi sebuah lokasi wisata.

Melihat kualitas air sungai harinjing yang begitu jernih, serta disekitaran lokasi banyak tumbuh pepohonan tinggi menjulang hingga terlihat rindang. Kemudian timbul keinginanya untuk mengekplore lokasi tersebut menjadi tempat yang memiliki daya tarik bagi pengunjung.

” disekitaran sini dulu banyak lapak berjejar, buat jamban. dipergunakan beberapa warga sekitar untuk buang air bear. Lalu timbul dalam benak saya untuk merubah itu semua. Disini kan kualitanya air nya jernih ” Terangnya.

Gagasan dari kepala desa Agus Joko Susilo ternyata mendapat respon positif dari warga. Melalui mekanisme musyawarah dusun, akhinya tercapai kemufakatan antara pihak perangkat desa bersama masyarakat untuk membangun lokasi tersebut menjadi wisata desa. Perlahan masyarakat,mulai bisa merubah prilakunya dan lebih mencintai lingkunga sekitar.

Atas kesadaranya sendiri, belasan lapak jamban tersebut kemudian dibongkar dan dibersihkan. Setelah dibersihkan, ada sekitar 200 ikan jenis tombro,koi dan nila yang baru berusia tiga bulan ditempatkan disaluran irigrasi. Ikan ikan ini kemudian berkembang biak hingga Jumlahnya terus bertambah mencapai jutaan ekor ikan.

” ikan ikan itu kini tumbuh menjadi besar dan beratnya mencapai tiga kilo, itu sampyn lihat sendiri. Jumlahnya sudah mencapai satu juta lebih.” Paparnya.

Tak disangka, keberadaan tempat wisata edukasi sejuta ikan ini ternyata terdengar luas ditelinga masyarakat. Selama kurun waktu dua tahun itu, lokasi wisata edukasi sejuta ikan banyak didatangi sejumlah pengunjung baik dari lokalan Kediri mau pun luar daerah bahkan luar negri sekalipun.

” Kalau hari libur, jumlah pengunjung bisa mencapai kurang lebih seribuan mas. ” Kata Agus Joko Susilo.

Seiring banyaknya pengunjung yang datang, hal ini bisa menopang perekonomian bagi masyarakat dilingkungan sekitar. Guna memenuhi kebutuhan makan dan minum bagi para pengunjung, disekitaran lokasi wisata banyak ditemui warung atau lapak milik sejumlah pedagang. Tidak hanya menawarkan tentang destinasi wisata ikan. Dilahan seluas kurang lebih 300 RU tersebut juga ada tempat untuk bermain out bond semacam flaying fox dan spot foto dengan objek dan prasarana pedesaan.

” Pengunjung juga bisa melihat dan berfoto secara langsung, saat warga sedang memandikan sapi di sungai. ” Tuturnya.

Disini pengunjung juga bisa berinteraki memberi makan jutaaan ikan tersebut, dengan membeli pakan yang telah disediakan oleh pihak pengelolah. Harga pakan ikan sangat terjangkau hanya dengan merogoh kocek 5 ribu rupiah, pengunjung mendapatkan tiga kemasan plastik pakan ikan.
Untuk dapat masuk ke lokasi wisata edukasi sejuta ikan, pengunjung tidak ditarik biaya, melainkan hanya membayar retribusi jasa penitipan kendaraan saja (parkir).

wisatawan dari luar negri Kunjungan wisatawan yang datang kesini, tidak hanya didominasi dari domestik saja. Beberapa kali banyak ditemui juga pengunjung berasal dari luar negri diantaranya Malaysia. Pengunjung dari luar negri yang datang ini kebanyakan mereka bertatus sebagai pelajar atau Mahasiswa yang sedang study dikampung Inggris Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Karena kedekatan lokasi, mereka mampir menyempatkan diri datang kesini sekedar mencari hiburan ditengah kesibukanya sebagai seorang pelajar.

Peningkatan jumlah pengunjung terjadi terutama pada saat hari Sabtu dan Minggu atau moment hari libur Nasional. Jumlah wisatawan yang datang bisa capai ribuan. Selain pengunjung dari wilayah Kediri, banyak juga wisatawan dari luar daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Nganjuk, Malang, jombang dan lainya.

Sulis (35)pengunjung, asal Desa Karang Tengah Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri mengaku dirinya bersama istri dan anaknya sudah dua kali ini datang ke wisata edukasi sejuta ikan. Ia mengungkapkan Salah satu daya tarik yang membuatnya datang ke tempat ini,karena lokasinya yang rindang sangat cocok untuk berekreasi bersama keluarga.

” saya sama isteri dan anak sudah dua kali kesini, lokasinya rindang, enak buat rekreasi bersama keluarga. Saya baru tahu kalau di desa Jambu ada lokasi wisata, setelah melihatnya dari Media sosial.” Terangnya. (Pen)