Bapak Dan Anak , Kompak Curi Sepeda Motor

oleh -105 views

SURYA RADIO KEDIRI – Seorang ayah dan anak berkolaborasi kompak melakukan serangkaian pencurian sepeda motor di wilayah Kota mau pun Kabupaten Kediri. Ayah dan anak tersebut, kini harus mempertanggung jawabkan perbuatanya meringkuk disel tahanan Polsek Pesantren.

Keduanya adalah Slamet Waras (44) warga Desa Sumber Rejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri serta puternya berinisial RR (17). Belakangan diketahui jika RR berstatus masih pelajar kelas II aktif Sekolah Menengah Atas Swasta.

Menurut keterangan Kapolsek Pesantren Kompol Paidi, dua tersangka bapak dan anak ini melancarkan aksinya, disaat korban sedang lengah memarkir sepeda motor dalam kondisi tak terkunci. Terakhir kali mereka melakukan pencurian di Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Korban Windarti (44) saat itu sedang melihat kegiatan pawai dalam rangka kegiatan HUT RI ke 74 dilingkungan Kelurahan Banaran. Korban kemudian menaruh sepeda motor Honda Beat nopol AG 2472 EAC tanpa dikunci stang. Sekembalinya menonton pawai, korban terkejut melihat kendaraan miliknya sudah raib tidak ada ditempat. Mengetahui hal ini, Windarti melapor ke Polsek Pesantren.

Kasus Curanmor ini terbongkar setelah petugas melakukan penelusuran terhadap nopol kendaraan milik tersangka, yang dipergunakan untuk mencuri. Ketika mencuri, bapak dan anak itu tidak sadar jika gerak geriknya telah terekam kamera CCTV.

Dari penelusuran pengecekan yang dilakukan di Samsat, diketahui jika identitas nopol pemilik kendaraan tersebut atas nama tersangka Slamet Waras. Berbekal informasi itu, polisi bergerak dan melakukan penangkapan.

” Yang menarik buat saya kolaborasinya seorang bapak dan anak melakukan suatu kejahatan. Baik TKP di Kecamatan Pesantren mau pun di wilayah Kabupaten. Modusnya cari lengah seorang korban,” Terang Kompol Paidi Rabu 18 September 2019.

Dalam setiap aksinya, ayah dan anak ini memiliki peran dan tugas yang berbeda. Tersangka Slamet Waras berperan untuk mengeksekusi kendaraan korban. Sementara anaknya ke bagian tugas untuk mendorong kendaraan curian yang dinaiki oleh ayahnya.

” Bapaknya naiki sepeda motor yang dicuri, kemudian anaknya naik sepeda motor sendiri lalu didorong, untuk melarikan motor itu, ” Paparnya.

Dari catatan petugas, tersangka mencuri diwilayah Kota sebanyak 2 kali diantaranya di Kelurahan Banaran dan Kelurahan Bawang. Sementara diwilayah Kabupaten ada 7 tempat kejadian perkara. Satu Unit Sepeda motor dijual antara kisaran Rp 3,5 jt tergantung jenisnya.

Setelah berhasil menangkap ayah dan anak. Unit Reskrim Polsek Pesantren giliran mencokok dua orang penadahnya di Surabaya. Mereka adalah Horas Marpaung (34) Kecamatan Bubutan Kota Surabaya serta Romli (39) asal Kabupaten Bangkalan Madura.(Nar/wings)