Ayam Lodo Lereng Gunung Kelud Disukai Karena Rasanya Yang Khas

oleh -70 views

SURYA RADIO KEDIRI – Masakan Lodo ayam kampung yang dijual Ninik Suwarni berbeda dengan lainya. Jika masakan Lodo pada umumnya disajikan dengan racikan bumbu khas warna kuning. Perempuan berusia 35 tahun ini, justru memilih sayur urap dan trancam sebagai pelengkap masakan Lodo ayam kampung buatanya.

Masakan lodo ayam kampung yang pedas, dikombinasi sayuran urap plus trancam ternyata, banyak digandrungi oleh masyarakat Kediri. Untuk memenuhi selera pelanggan, Ninik Suwarni memasak menu Lodo Ayam Kampung dengan dua Varian rasa yakni pedas dan tidak pedas.

” Kan ada juga yang tidak suka pedas.Sementara pelanggan yang suka makanan pedas juga banyak. Akhirnya kita buat dua rasa. Tapi yang menjadi ciri khas masakan Lodo disni, terkenal pedasnya, ” Kata ibu satu anak ini.

Ninik Suwarni, menjalankan usaha kulinernya tersebut, baru enam tahun. Dulu, pertama kali buka, dirinya pernah jualan nasi Pecel dirumah namun tidak begitu laku. Ia kemudian banting stir berjualan masakan lodo. Masakan Lodo itu ia beri nama Ayam Lodo Bapake. Harga satu porsi dijual Rp 13.000 dengan menu satu ayam potong Lodo, Urap Urap plus trancam.

Karena penasaran seperti apa rasanya, saya m mencoba mencicipinya makan langsung diwarung. Potongan rasa daging ayamnya terasa gurih dan bumbu pedasnya merasuk didalam. Karena menggunakan ayam kampung, serat dagingnya terasa kesat. Ditambah lagi suyuran Urap dan trancam sebagai menu pelengkap.” Ya pakai bumbunya biasa aja, seperti bawang Brambang, Godong jeruk, Kemiri dan Laos, gimana mas rasanya enak ya, ” Beber Ninik.

Selain bumbu, yang menjadikan masakan Ayam Lodo buatan Ninik terasa enak, karena proses memamsaknya masih menggunakan bahan bakar kayu arang.” Kita memasak masih menggunakan bahan bakar kayu arang, sehingga tetap terjaga kelezatan rasanya. Proses memasak membutuhkan waktu paling lama 30 menit, agar bumbu pedasnya benar bener merasik di potongan ayamnya, ” Bebernya.

Pengunjung yang datang ke warung makan ayam Lodo Bapak,e bukan hanya berasal dari Kediri, melainkan juga daerah lain seperti halnya Surabaya. Selain masyarakat biasa, kebanyakan konsumen yang datang merupakan wisatawan, pejabat bahkan artis sekali pun.

” Biasanya wisatawan Gunung Kelud, turun ke sini untuk cari makan, ” Pungkasnya. Jika pada hari Libur, jumlah pelanggan yang datang bertambah banyak. Dalam sehari, ia bisa habis 20 ekor ayam kampung. Sementara hari biasa paling sedikit 12 ekor ayam kampung. (wings/nar)