Kue Brownies Ikan Patin, Disukai Karena Rasa Dan Kandungan Gizi tinggi

oleh -136 views

SURYA RADIO KEDIRI – Bermula dari sekedar coba coba, kue brownies bikinan Yoeni Tri Susanti (49) ternyata banyak digandrungi dan semakin laku dipasaran. Ini dikarenakan bahan kue Brownies yang dibuatnya sangat berbeda dengan kue Brownie pada umumnya.

Tidak hanya sekedar rasanya yang manis, kue Brownies buatan Yoheni mengandung banyak Gizi Omega tiga.
Diketahui jika Kandungan Gizi Omega tiga tersebut berasal dari Ikan patin yang digunakanya sebagai bahan dasar membuat kue Brownies.

Karena berbahan Ikan, kue olahan ini kemudian diberi nama Brownies Patin.
Kue Brownies ikan patin dijual dengan harga bervariatif tergantung besar kecilnya ukuran. Ukuran kecil, dijual Rp 15 ribu. Ukuran besar Rp 30 ribu.

” Ide untuk membuat kue ini didapat setelah ia mengikuti pelatihan di Ke panjen Malang. Sepulang mengikuti pelatihan di Malang, ia coba berinovasi untuk membuat kue Brownies berbahan dari Ikan Patin. Butuh tiga kali mencoba dan akhirnya berhasil,” Ceritanya.

Agar esensi rasa daging ikan patin tetap terasa, komposisi antara daging dengan tepung terigu dibuat sama 50 persen. Agar dapat menyatu dengan tepung terigu , daging ikan patin harus dikukus dulu, digoreng sangan tanpa minyak. Selanjutnya telur, tepung roti dan daging ikan patin dicampur di Mixer menjadi satu. Kemudian di oven selama 30 menit.

” Komposisi tepung terigu roti dan ikanya 50 : 50. Cuman kalau mentah kalau langsung diolah amis. Ini dikukus, kalau dikukus teksturnya lebih lembut, ” Papar warga Dusun Swalo Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri ini.

Yoeni bercerita, roti Brownies buatanya tersebut pernah diuji di Laboratorium disalah satu Perguruan Tinggi Negri Surabaya dimana puterinya sedang menemupuh Studi disana. Hasil uji Laboratorium menyebutkan ternyata dalam kandungan roti tersebut mengandung banyak Gizi.

Selain melayani pesanan dirumah, Yoheni juga dibantu oleh anaknya untuk memasarkannya melalui sistem Online. Dari penjualan melalui On Line, ia banyak melayani pesanan dari Luar Daerah seperti Kertosono dan Mojokerto.

Setelah kue Brownies ikan patin sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Ibu rumah tangga lulusan SMA ini, kemudian berinovasi kembali untuk membuat Krupuk Samiler ikan patin dan Dawet Ikan Patin. Krupuk Samiler ikan patin dijual kemasan seharga Rp 10 ribu. Sementara dawet ikan patin dibandrol lebih murah cuman Rp 5 ribu perbungkus.

“Saya kan kader Posyandu, Balita kan sulit makan ikan. Bagaimana, caranya agar anak anak itu suka tertarik terhadap produk olahan ikan bergizi, lalu dibuat dawet ikan patin,”Ungkapnya.

Yoeni sering mengikuti event bazar mau pun pengenalan produk UMKM dari Dinas Perikanan mau pun Dinas Koperasi. Moment itu kemudian ia manfaatkan sebagai ajang promosi produk makanan mau pun minuman yang ia jual kepengunjung.

Dari tiga produk makanan dan minuman yang ia buat, berbahan ikan patin. Diantaranya Krupuk Samiler, Dawet dan Kue Brownies. Paling laku dijual dan banyak peminatnya adalah Kue Brownies Ikan Patin.

” Terkadang ada pengunjung yang datang terus ngincipi cocok akhirnya beli, 200 box untuk keperluan hajatan. Ya terkadang juga nggak mesti ya mas, paling ramai bisa 500 pesanan, kalau sepi bisa hanya 25 roti saja, ” Bebernya.(wing/jhn)