Bupati Kediri Launching Grand Desain Pembangunan Kependudukan

oleh -25 views

SURYA RADIO KEDIRI – Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno, melaunching Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) di Kabupaten Kediri 2019-2044. Dan secara simbolis menyerahkan buku GDPK kepada Kepala Bappeda Sukadi.

Penyusunan GDPK merupakan hasil koordinasi dengan seluruh lintas sektor yang melaksanakan pembangunan di Kabupaten Kediri dan didampingi oleh konsultan dari Universitas Airlangga. Buku ini bisa menjadi referensi dan acuan dalam merencanakan program pembangunan di masa yang akan datang.

GDPK merupakan bentuk sinkronisasi dan memadukan kebijakan dari 5 aspek, yaitu pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, penataan mobilitas penduduk, pembangunan keluarga dan pembangunan administrasi penduduk.

Bupati Kediri Dokter Hj Haryanti Sutrisno hadir didampingi dr Nur Wulan Andadari Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, perwakilan BKKBN Propinsi Jawa Timur, Ir Lutfi Agus Salim,S.I.K, M. Si Minggu Dosen dan peneliti kependudukan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, seluruh Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD),Kepala Bagian (kabag) karyawan DP2KBP3A, PLKB.

Bupati Kediri mengapresiasi launching GDPK oleh DP2KBP3A Kabupaten Kediri dan berkoordinasi dengan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan Unair Surabaya. Pembangunan jangka panjang kabupaten Kediri terkait peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) terus dilakukan dengan menekan tingginya angka kelahiran.

“Penurunan angka kelahiran dengan peningkatan kualitas keluarga. Diupayakan setiap tahun ada upaya penurunan kelahiran dan program ini adalah yang terbaik dan mengedepankan program KB. Kedepan kualitas SDM di kabupaten Kediri semakin baik dan akan terus berkelanjutan untuk memajukan masyarakat Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri dr Nur Wulan Andadari mengatakan kegiatan ini sudah dimulai tahun 2019. GDPK ini kegiatan penyusunan yang merupakan hasil koordinasi DP2KBP3A Kabupaten Kediri dengan lintas sektor di Kabupaten Kediri, Pemprov Jatim dan Kosultan Kependudukan Unair Surabaya.

“Tujuan adanya GDPK Kabupaten Kediri untuk menyampaikan kepada kepala OPD, Camat, Kampung KB bahwa Kabupaten Kediri telah memiliki GDPK secara berkelanjutan. Selanjutnya akan dibagikan buku ke seluruh intansi di Pemkab Kediri dan camat di Kabupaten Kediri untuk mengetahui konsep kerja GDPK,” ujarnya.

Ditambahkan Nur Wulan di GDPK ini DP2KBP3A akan menajamkan kembali program kerja dan perencanaan matang pembangunan manusia di Kabupaten Kediri. Dengan GDPK ini juga mempersiapkan perkembangan pembagunan manusia kedepanya.GDPK ini sangat penting secara menyeluruh bagi warga Kabupaten Kediri.

Ir Ir Lutfi Agus Salim,S.K.M, M.si Dosen dan peneliti kependudukan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengatakan, pembangunan manusia yang berencana penting dikedepankan di Kabupaten Kediri. GDPK adalah salah satu bagian penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) di tahun 2019 hingga 2044.

Hal ini upaya meningkatkan sumber daya manusia Kabupaten Kediri dan peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM). GDPK sangat erat hubunganya dengan IPM,karena pembangunan kualitas manusia harus ditingkatkan. Karena setiap ada perkembangan ada perubahan hidup manusia.

“ Indikator IPM Kabupaten Kediri terdiri dari empat indikator, pertama adalah angka harapan hidup (AHH),rata-rata lama sekolah,harapan lama sekolah dan pengeluaran per kapita per tahun. GDPK juga mempertimbangan dan menata migrasi manusia masuk karena Kabupaten Kediri akan ada pembangunan bandara dan ini berpengaruh pada kehidupan,” katanya.(nar/Kominfo)