Dimas Galih Penjaga Gawang Persik , Menjadi Penghalang Persebaya

oleh -108 views

SURYA RADIO KEDIRI – Keberhasilan Persik Kediri menahan imbang 1-1 Persebaya Surabaya dikandang Gelora Bung Tomo Sabtu, 29 Febuari 2020 kemarin tidak lepas dari kontribusi sejumlah pemainya yang saat itu bermain cemerlang.

Selain Andri Ibo yang bermain disiplin dilini belakang mematikan pergerakan David Da Silva serta Faris Aditama yang rajin bergerak ditengah hingga beberapa kali merepotkan pemain belakang Persebaya Surabaya, peran Dhimas Galih Pratama dibawah mistar jUga tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Dhimas Galih Pratama yang sebelumnya di tahun 2017, pernah memperkuat Persebaya Surabaya ini harus jatuh bangun beberapa kali melakukan cleen seat penyelamatan didepan gawang.

Ditemui sebelum pertandingan Derby Jatim berlangsung, Dhimas Galih Pratama sempat mengungkapkan jika dirinya akan berusaha sekuat tenaga agar gawang Persik Kediri tidak sampai kebobolan .Menurutnya semua harus dijalani dengan santai meski harus main dikandang lawan yang didukung puluhan ribu suporternya.

” Sudah biasa lah mas , pokoknya enjoy . Meski yang saya hadapi mantan klub dengan dukungab puluhan ribu suporter, penting kita profesional dan kerja keras dikapangan , terbaik buat Persik Kediri ” Ujar penjaga gawang berusia 27 tahun ini.

Dhimas Galih Pratama membandingkan kekuatan Persebaya yang pernah ia bela dulu dengan skuad sekarang sangat berbeda. Menurutnya Persebaya sekarang timnya lebih kuat , apalagi beberapa waktu lalu anak asuh Aji Santoso tersebut baru saja menyabet juara piala Gubernur Jawa timur 2020.

” Kalau melihat Persebaya sekarang secara pribadi, bagus mas permainannya. Apalagi dia habis juara Piala Gubernur kan. Akhirnya kita termotivasi untuk bisa mengimbangi di Stadion Bung Tomo,” Kata penjaga gawang pemilik postur 1,88 meter ini .

Dhimas Galih menilai ada dua pemain asing Persebaya yang dianggapnya berbahaya, yakni Mahmoud Eid Gelandang serang berkewarganegaraan Palestina dan Pemain depan asal Brazil David da Silva.Ia menilai dua pemain ini memiliki kecepatan dalam mendribel bola, memiliki tendangan keras dan heading mematikan.

” David Silva punya kecepatan serta heading yang akurat, sementara Eid punya tendanganya yang keras,” Kata Dhimas Galih.

Kekhawatiran Dhimas Galih ternyata terbukti kemarin , beberapa kali David da Silva dan Mahmoud Eid kerap kali memiliki peluang untuk menciptakan gol. Namun peluang dua pemain ini dapat selalu digagalkan Dhimas Galih.

Dipenghujung babak pertama, Mahmoud Eid yang lolos dari hadangan pemain belakang Persik Kediri , tinggal berhadapan dengan penjaga gawang , tidak mampu mengkonversi peluang menjadi gol.

Mahmoud Eid mencoba melakukan gerakan mengecoh dengan menempatkan bola melewati lubang kaki, Dhimas Galih, namun tidak berhasil dan bola justru ditendang keluar .(jhn)