Warga Tulungagung Donasikan ADP Secara Cuma-Cuma Kepada Tenaga Medis

oleh -103 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Dampak pandemi Covid-19 begitu besar dirasakan oleh masyarakat, salah satunya pengusaha kantong silica atau pelembab kontainer.

Dengan adanya Covid-19 yang saat ini melanda, pihaknya tidak bisa ekport barang produksinya tersebut. Sehingga beralih memproduksi Alat Pelindung Diri (APD).

Kepala produksi APD, Mamik Indarti (54) warga Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru mengatakan, sebelumnya pihaknya memproduksi kantong silica.

Setelah adanya Covid-19 pihaknya tidak lagi memproduksi kantong silica. Pasalnya, ekport dibatasi.

“Sekarang saya memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) untuk kami donasikan kepada tenaga medis. Seperti Dokter, Bidan, Perawat dan yang membutuhkan,” ucap Indarti, Sabtu (28/3/2020).

Indarti menjelaskan, sebelum dia memutuskan mendonasikan APD hasil produksinya, terlebih dulu dia coba mendonasikan uang kepada pihak PMI.

Namun, pihak PMI menolak bantuan beruapa uang tunai. Karena pihak PMI tidak membutuhkannya, melainkan dalam bentuk APD.

“Awalnya saya coba donasi uang, tapi katanya mereka tidak butuh uang,” jelas Indarti.

Dengan penolakan tersebut, Mamik Indarti mencoba membuat 1 set APD lengkap berbekal design dari youtube.

Setelah itu, pihaknya mencoba mengirimkan APD produksinya tersebut ke pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bogor.

Dan pihak IDI menyetujui produksi APD miliknya. Dari situ, akhirnya Mamik mulai mencoba memproduksi APD guna di donasikan kepada setiap tenaga medis yang membutuhkan.

“Karena saya punya bahan spun bund, ya, itu yang saya tawarkan,” ungkapnya.

Sehingga mulai (27/3) mulai mencoba memproduksi APD sebanyak 10.000 unit. Mamik menargetkan itu semua selesai dalam 1 minggu.

Setelahnya, APD tersebut akan di donasikan kepada setiap tenaga medis yang membutuhkan, utamanya untuk tenaga medis di Tulungagung.

“10.000 pcs ini harus selesai dalam waktu 1 minggu,” pungkas Mamik Indarti. (gus fif).