Membantu Penanggulangan Endemi Corona, Punggawa Persik Lelang Jersey

oleh -113 views

SURYA RADIO KEDIRI – Merasa prihatin dengan wabah pandemi virus Corona yang sudah merebak diberbagai daerah saat ini. Salah satu punggawa Persik Kediri Fajar Setya Jaya merasa tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban penderitaan bagi warga yang terdampak. Penjaga gawang asli kelahiran Semarang Jawa Tengah ini rela melelang Jersey kiper miliknya di musim lalu.

” Mulai hari ini saya lelang,” Ungkapnya Kamis 2 April 2020.
Bagi Fajar Setya Jaya , Jersey tersebut memiliki kenangan tersendiri karena pernah ia pakai saat Persik Kediri melawan Persatu Tiban diliga 2 musim lalu. Lebih lanjut ia memiliki rencana hasil lelang Jersey tersebut didonasikan untuk kampanye “Satu Hati Melawan Corona”.

Sumbangan diserahkan lewat Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).“100 persen saya sumbangkan,” Kata pemain berusia 25 tahun ini.

Ia sadar meski dirinya tidak ikut terjun langsung dan sumbangsih yang diberikan tidak terlalu besar,namun setidaknya dirinya ikut berpartisipasi didalamnya.

“Barangkali nanti bisa dipakai untuk membeli masker,” ungkapnya

Lelang sendiri diunggah lewat akun instagram (IG) Persik Kediri. Lebih lanjut pemian yang ikut mengantarkan Persik Kediri juara Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1 ini mengharapkan, pandemi korona bisa segera hilang.

Maka untuk itu dia juga meminta masyarakat dan Persikmania selalu mematuhi anjuran pemerintah untuk menerapkan physical distancing dan social distancing.

Seprti diketahui jika dampak dari endemi Couvid -19 ini membuat kompetisi Liga 1 harus terhenti sementara waktu dan masih menunggu intruksi dari Pemerintah Pusat. Karena tidak ada kepastikan kapan kompetisi kembali diputar , sejumlah pemain asing Persik Kediri memilih untuk kembali ke negara asalnya . Ante Bakmaz kembali ke negaranya Australia serta Nikola Asceric ke Serbia.

” Mereka berdua balik ke Negaranya, tapi jika kompetisi kembali diputar , keduanya akan balik diKediri,” Terang Media Officer Basalamah. Sementara itu untuk 2 pemain asing lainya seperti Jefferson Formigao asal Brasil dan Gaspar Vega masih tetap diKediri. Gaspar Vega sebenarnya ingin balik ke negaranya Argentina, namun masih dalam pembahasan dengan pihak manajemen.

Sementara itu Persik Kediri memastikan persoalan gaji pemain selama masa libur kompetisi karena pandemi corona tuntas. Sesuai surat keputusan (SK) PSSI nomor 48/SKEP/III/2020, manajemen mematuhi mekanisme pembayaran gaji. Yakni, maksimal 25 persen untuk gaji bulan Maret, April, Mei dan Juni.

Untuk memutuskan hal tersebut, Presiden Klub Persik Abdul Hakim Bafagih menegaskan, pihaknya sudah mengajak komunikasi pelatih, pemain dan official. Jadi bukan keputusan sepihak. “Kami ajak pemain bicara soal pembayaran gaji. Sudah ada kesepakatan tentang hal itu,” kata Hakim.

Di luar itu, klub juga menjajaki komunikasi dengan pihak eksternal. “Kita dimintai rekomendasi dan pertimbangan sebelum keputusan ini dibuat. Dan pada saat itu, kita sudah mengirimkan hal tersebut. Tidak hanya ke PT LIB atau PSSI melainkan ke asosiasi pelatih dan pemain,” imbuhnya.

Menurut Hakim, PSSI adalah induk organisasi tertinggi sepak bola Indonesia. Karenanya, klub punya kewajiban untuk mematuhi regulasi yang diberikan. Jadi sebenarnya yang menjadi alasan bukan takut dimusuhi klub-klub lain jika tidak mematuhinya. “Kami kira bukan itu persoalannya. Kami mengikuti regulasi dengan memberikan pemahaman kepada pemain,” ungkapnya.(jhn)