Jajanan Tradisional Tetap Eksis , Di Masa Pendemi Dan Gempuran Kue Modern

oleh -68 views

 

SURYA RADIO KEDIRI – Ditengah gempuran aneka macam kue modern seperti snack dan donut. Siapa yang menyangka jika jajanan tradisional khas Kediri hingga sampai masih memiliki daya tarik dan banyak peminatnya. Bahkan digandrungi segala usia.

Disudut Utara lapak pasar Setono Betek Kota Kediri, setiap sore menjelang waktu berbuka puasa nampak terlihat kerumunan orang berjejar antri hendak membeli jajanan tradisional.Sugiarti dan suaminya Sukadi nampak sibuk meladeni pembeli.

Sugiarti berjualan kue tradisional sejak tahun 1982. Jajanan tradisional yang dijual antara lain Cenil, klepon, ongol ongol ,lupis , ketan hitam , getuk , tiwul dan nasi jagung . Sejak berjualan jajanan tradisional, perempuan berusia 62 tahun ini bisa menyekolahkan 4 orang anaknya.

Sugiarti setiap harinya berjualan bersama suaminya. Jajanan tersebut dijual bervariatif satu bungkus antara Rp 3000 sampai Rp 5000. ” Saya nggak pernah menolak rejeki mas , orang mau beli Rp 3000 atau Rp 5000 tetap saya layani ,’ Kata Sugiarti.

Sugiarti mengaku pada saat pandemi seperti sekarang , omzet penjualanya turun drastis. Ia menduga tutujuan daya beli, karena para pelanggan khawatir datang ke pasar terkait situasi pandemi saat ini.

Jika sebelum wabah Corona, ia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 500 ribu dalam sehari, namun untuk sekarang hanya separuhnya Rp 250 ribu. ” Sekarang dapat Rp 250 ribu aja sudah bagus mas , kalau dulu sebelum Corona sehari dapat uang bisa Rp 500 ribu ,” Keluh Sugiarti .

Untuk mensiasati agar tidak terus merugi, jika kue tradisionalnya masih ada , ia bisa menjual kembali barang dagangannya tersebut kepada penjual sayur keliling.

” Kita panasi kuenya, kita jual kembali ke bakul etek keliling. Dari saya mereka beli harga Rp 3000 , terus dijual ke konsumen lagi harga Rp 4000,” Kata warga desa Banjar Rejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri ini Rabu 20 Mei 2020.

Mengingat daya beli pelanggan mengalami penurunan, kini ia terpaksa harus menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Jika sebelum ada wabah virus Corona , ia bisa memasak kue Klanting hingga 4 kilo, sekarang hanya 2 kilo. kue klepon sebelumnya 4 kilo sekarang hanya bisa memasak 2 kilo.

Selain penurunan omzet, ia juga harus membatasi waktu berjualan pada saat pandemi.Jika dulu biasanya ia bisa berjualan hinggap pukul 23.00 wib kini hanya sebatas pukul 21.00 wib.

Ia berharap pandemi covid 19 segera berakhir, dengan begitu ia bisa berdagang dan memperoleh untung secara maksimal.

” Masyarakat datang ke sini kan kira kira merasa khawatir , karena kondisi seperti saat ini,” Ujarnya.(jhn)