Jembatan Penghubung Dua Desa Retak Dan Amblas Aktivitas Warga Terhambat

oleh -37 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Kurang lebih dua minggu jembatan penghubung Desa Karanganom dengan Desa Pucangan Kecamatan Kauman amblas dan retak. Retak dan amblasnya jembatan penghubung ini membuat warga takut untuk melintasinya.

Sehingga, aktivitas warga di kedua Desa tersebut terganggu. Hingga kini (26/6), belum ada tindak lanjut dari pihak-pihak terkait. Sehingga, warga terpaksa membuat jembatan darurat dari bambu untuk tetap melakukan aktivitas sehari-hari.

Ketua Rt 01 Rw 01 dusun Krajan Desa Pucangan kecamatan Kauman Subirman mengatakan, dirinya sudah melaporkan ke pihak desa terkait amblas dan retaknya dinding jembatan tersebut. Namun, tak mendapat respon dari Pemerintah Desa.

“Amblas dan retaknya dinding jembatan ini sudah lama diketahui warga Desa Pucangan. Saat itu, warga sepakat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Desa. Terlebih, melihat kondisi dinding jembatan yang makin lama semakin besar retakannya,” kata Ketua Rt, Subirman, Jumat (26/6/2020).

Subirman mengaku, kini jembatan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan R4. Sehingga, warga terpaksa harus memutar balik dengan jarak 5 Km untuk berangkat kerja atau pergi kepasar.

Pihak desa sendiri tidak tahu manahu terkait keputusan warga desa yang membangun jembatan darurat secara swadaya. Dibangunnya jembatan darurat tersebut setidaknya bisa membuat mobilitas warga sedikit terbantu.

“Pihak desa tidak tahu, secara swadaya, kami memutuskan untuk membuat jembatan dari bambu ini. Setidaknya biar roda dua bisa melintas,” jelasnya. (gus/fif)