Beredar Isu Klaster Sekolah, Ini Penjelasan GGTP Covid 19 Tulungagung

oleh -58 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Beredar luas adanya kluster sekolah yang positif Covid-19 melalui belajar kelompok luring. Kabar tersebut sontak menyebar luas dikalangan masyarakat.

Kabar yang menjadi perhatian di tengah persiapan menjelang dibukanya belajar tatap muka di Tulungagung itu ditampik Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tulungagung.

“Klaster sekolah di Pagerwojo yang diisukan itu tidak benar. Jadi, pada tanggal 1 agustus, ada seorang warga yang hendak berangkat ke Brunei, melalui PJTKI Ponorogo,” kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungaging, Kasil Rokhmad, Jumat (14/8/2020).

Saat dilakukan screening, calon TKI tersebut dinyatakan positif. Karena yang bersangkutan beralamat diwilayah Kecamatan Pagerwojo, maka dikembalikan ke Tulungagung. Dan pada tanggal 3/8, tim Gugus Tugas melakukan swab terhadap yang bersangkutan beserta keluarganya.

“Kemudian pada tanggal 5/8, hasilnya keluar, ada satu yang positif, yaitu anaknya yang berumur 9 tahun,” jelasnya.

Pihak Gugus Tugas melalui Dinas Kesehatan melakukan tracing yang kontak erat dengan pasien tersebut. Didapatkan hasil bahwa, yang bersangkutan selama ini mengikuti pembelajaran luring di rumah temannya. Adapun yang mengikiti luring sebanyak 6 anak dan 2 guru. Mereka ini kita swab semuanya dan hasilnya negatif.

“Dari hasil swab semuanya negatif. Artinya, klaster tersebut berhenti. Bahkan, pihak Gugus Tugas telah melakukan pengecakan ke sejumlah tetangga pasien tersebut,” terang Kasi.

Jadi, untuk kasus ini, tidak ada kaitannya dengan luringnya atau sekolahnya. Ia tertular dari ayahnya yang hendak bekerja menjadi TKITKI.

“Sementara itu, untuk jumlah kasus positif hingga saat ini berjumlah 267 kasus, sembuh 258, isolasi 4, dirawat 2 dan meninggal 3 orang,” pungkas Jubir Gugus Tugas Kasik.(gus/fif)