Dinas Kesehatan Tulungagung Mengirim 15 ODGJ Ke RS Menur Surabaya

oleh -37 views
SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung merujuk 15 orang ke rumah sakit Menur Surabaya, Senin (31/8/2020). Ke 15 orang tersebut merupakan ODGJ repasung atau yang pernah dipasung sebelumnya karena mengalami gangguan kejiawaan.
Pemberangkatan 15 ODGJ tersebut, dilaksanakan di halaman kantor Dinas Kesehatan Tulungagung yang sebelumnya sempat ditunda.
“Total semuanya ada 15 ODGJ repasung yang kita kirim hari ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Kasil Rohmad, Senin (31/8/2020).
Menurutnya, sebelum dikirim untuk mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Menur, Pasien ODGJ sudah menjalani pemeriksaan spesimen swab sebelumnya, dan hasilnya negatif semua. Sedangkan untuk keluarga yang mengantarkan ODGJ ke RSJ harus menjalani rapid test terlebih dulu.
“Semua sudah menjalani Swab dan pengantarnya juga sudah menjalani rapid test, hasilnya semua negatif,” jelasnya.
Salah satu penyebab terjadinya repasung di Kabupaten Tulungagung, diantaraya adalah masalah miskomunikasi yang terjadi pada keluarga ODGJ. Selain itu ada juga faktor pendukung lainnya, seperti lingkungan, dan kondisi sosial lainnya juga mempengaruhi hal tersebut.
Selanjutnya, selama menjalani perawatan di RSJ, ada beberapa indikator yang dijadikan tolok ukur tim medis guna memastikan yang bersangkutan sudah dinyatakan bisa mandiri atau belum. Jika sudah mandiri, akan dikembalikan kepada keluarganya. Dengan harapan, keluarganya bisa terus mendampingi dan menciptakan kondisi yang baik untuk kesembuhannya.
“Untuk memastikan sampai kapan pasien ODGJ dinyatakan sembuh, dari tim medis RSJ nantinya yang akan menentukan tolok ukur pasien ini dinyatakan sembuh,” terangnya.
Secara fisik, hampir semua ODGJ yang dikirimkan ke RSJ Menur dalam kondisi baik dan sehat. Meskipun ada satu pasien yang harus dibopong menuju ke dalam bus, karena kondisi kesehatannya.
“Secara fisik sehat semuanya, tidak ada yang kondisinya sakit parah, kecuali satu tadi yang memang harus dibopong karena susah jalan,” ungkapnya, (gus/fif)