Hidupkan Pasar Tradisional Pemkab Tulungagung Keluarkan Aturan Jarak

oleh -31 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Untuk menghidupkan pasar rakyat atau tradisional, Pemkab Tulungagung mengeluarkan aturan yang mengatur jarak antar keduanya.

Adapun perda yang mengatur keduanya, tertuang dalam perda nomor 1 tahun 2018 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan, dan toko swalayan tidak diperbolehkan berdekatan. Yakni, jarak pasar tradisional dengan pasar modern harus berjarak minimal 1 kilo meter.

“Berdasarkan pasal 6 ayat 2, jarak yang diperbolehkan antara toko ritel berjaringan minimal 1000 meter atau 1 kilo meter,”

Kepala Satpol PP Tulungagung melalui Kabid penegakan perda dan perbup, Artista Nindya Putra megatakan, ada 16 toko ritel berjaringan yang berada dekat dengan pasar tradisonal.

“Kita mendapat tembusan, ada 10 Indomart dan 6 Alfamart yang menyalahi Perda nomor 1 tahun 2018,” ujar Anindya, Jumat (11/09/2020).

Ia menyampaikan, pihaknya sudah menerima surat dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) yang mengurusi perijinan. Dalam surat itu, paling lambat tanggal 31 Desember 2020, ke 16 toko ritel berjaringan sudah harus memindahkan lokasinya menjauhi dari pasar tradisional sesuai dengan Perda.

Menindaklanjuti perda tersebut, pihaknya akan lebih mengedepankan tindakan pendekatan sebelum melakukan eksekusi terhadap 16 toko ritel berjaringan itu.

Jika sampai tanggal 31 Desember tidak mengindahkan surat tersebut, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan DPM-PTSP untuk membekukan ijin ke 16 toko ritel berjaringan itu.

“Jika sudah illegal, maka Satpol PP bisa langsung melakukan eksekusi,” tegas A. Nindya Putra. (gus/fif).