Tanah Eks Sungai Ngrowo Ditiga Desa Dilakukan Pematokan

oleh -58 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Tanah eks sungai ngrowo seluas 20.225 meter persegi di Desa Bono, Moyoketen dan Kedungsoko dilakukan pematokan. Hal itu bertujuan guna mensertifikatkan tanah eks sungai Ngrowo atas nama Pemkab Tulungagung.

Tanah eks sungai ngrowo ini merupakan tanah pelimpahan dari pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten yang diserahkan pada tahun 1996. Namun, lantaran pada saat itu masih banyak kendala, utamanya terhadap masyarakat. Sehingga baru sekarang bisa disertifikatkan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tulungagung Eko Jauhari mengatakan, pemasangan patok di eks kali ngrowo ini terdapat di tiga desa, yakni Desa Bono, Moyoketen, dan Kedungsoko dengan luasan 20.225 meter per segi. Dan nantinya akan ada 62 pematokan di tiga desa tersebut.

“Sebelum dilakukan pematokan, sudah dilakukan pendekatan beserta sosialisasi di tiga desa tersebut. Pematokan ini tidak serta merta menggusur bangunan yang berdiri disana. Namun bertujuan agar nantinya usai ditertibkan, tanah eks sungai Ngrowo akan disertifikatikan atas nama Pemerintah Daerah Tulungagung,” kata Kepala BPN, Eko Jauhari, Rabu (16/9/2020).

Ia menyampaikan, nantinya, jika ada bangunan yang sudah menempati tempat tersebut diharuskan memiliki izin sesuai perda nomor 9 tahun 2007 yang diharuskan membayar sesuai perda. Tentunya, usai disertifikatkan, kami yakin bisa menambah PAD Kabupaten Tulungagung.

Usai melakukan pematokan di eks sungai ngrowo di tiga desa tersebut, pihaknya akan melakukan hal serupa di Kecamatan Pakel yang juga merupakan eks sungai ngrowo.

“Di sana, lebar tanahnya mencapai 30.000 meter persegi. Sehingga, akan mulai mengagendakan pada awal bulan ini,” tandasnya. (gus/fif).