Boleh Tidak Memakai Masker, Ini Alasannya.

oleh -31 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Perbup nomor 57 tahun 2020 gencar dilaksanakan. Yakni disiplin memakai masker ketika keluar rumah, saat sendiri ataupun berolahraga. Dan bagi masyarakat yang tidak memakai masker, akan kena sanksi dan denda atau sidang ditempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rohmat mengatakan,
masker itu memang penting untuk melindungi dari penularan Covid-19. Terutama ditempat umum, ditempat dimana berdekatan dengan orang lain.

“Ketika private, misalkan naik mobil sendiri, didalam tidak ada siapa-siapa, lantas menghidupkan ac, tidak perlu memakai masker. Tapi harus tetap bawa maskernya. Karena, kalau keluar dari mobil tentunya pakai masker. Contoh lain, misalkan olah raga, bersepeda yang tidak berombongan, misalkan berombongan harus tetap bawa masker, ucap Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Kasil Rohmat dalam wawancaranya, Kamis (1/10/2020).

Ia juga menyampaikan, setelah selesai berbincang-bincang pakai masker, Kalau bersepeda berjarak, maskernya bisa dilepas, tapi harus tetap bawa masker. Misalkan olah raga dikolam renang, tidak harus pakai masker. Artinya, esesnsi pakai masker itu saat bicara atau berbincang-bincang dengan oranag lain, batuk, bersin dan ditempat umum yang ada orang lain didekatnya.

“Misalkan didekatnya tidak ada orang lain, lari-lari dilapangan yang tidak ada orang lain, maskernya tidak diperlukan. Bagaimanapun juga, oksigen yang kita hirup ketika berolahraga kebutuhaannya meningkat. Karbondioksida yang dikeluarkan juga meningkat dan juga tinggi,” kata Kasil Rohmat.

Kasil melanjutkan, ketika menghembuskan nafas, masih ada yang tersisa dimasker, sehingga harus pandai-pandai menggunakannya. Artinya, bahwa satu sisi untuk pencegahan, dan satu sisi untuk kebutuhan oksigen, jadi harus terpenuhi saat olahraga.

“Terkait kepatuhan dan sanksi, harus bawa masker kemana-mana. Karena, kita memang potensi bertemu dengan orang lain ketika keluar rumah atau ditempat umum. Tetapi memakainya itu dilihat situasi dan kondisi,” ungkap dr. Kasil Rohmat. (gus/fif).