Usai Video Viral di Aplikaai Whatsapp, Pemilik Cafe dan Karaoke Dikenakan Pasal Berlapis

oleh -110 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Penanggyng jawab tempat cafe dan karaoke disalah satu di Tulungagung dipanggil oleh Satpol PP Kabupaten Tulungagung. Pemanggilan pemilik cafe dan karaoke tersebut karena melanggar peraturan Pemkab Tulungagung. Senin (12/10/2020).

Diberitakan sebelumnya, pemilik cafe dan karaoke ini sempat membuka tempat usahanya yang viral di aplikasi Whatsapp hingga berujung pemanggilan terhadapnya.

Kini, pemilik tempat cafe dan karaoke tersebut dikenakan pasal berlapis sesuai peraturan yang berlaku. Sehingga pemilik tempat cafe dan karaoke ini terancam dicabutnya izin usaha.

Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Tulungagung, A. Nindya Putra mengatakan, 5 orang manajemen tempat cafe dan karaoke serta pengunjung meliputi 2 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka sudah dilakukan pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Tulungagung. Hasil dari pemeriksaan tersebut, rupanya tidak ditemukan adanya unsur pidana.

“Mereka hanya melanggar Perda dan Perbup,” ucap Kabid Penegak Perda dan Perbup, ucap Putra, Senin (12/10/2020).

Nindya Putra menyampaikan, pihak penanggung jawab dari cafe dan karaoke tersebut dipanggil ke kantornya untuk dimintai keterangan. Berdasarkan pengakuan penanggung jawab, pihaknya mengaku tempat cafe dan karaoke nya tersebut tidak dibuka secara umum.

Atas dasar tersebut, lantas pemilik tempat cafe karaoke diberikan pasal berlapis dengan dasar yakni Perbup no. 57 Tentang Lalainya Tempat Usaha, Instruksi Bupati No. 2 tahun 2020 Tentang Pembatasan Kegiatan Jam Malam, serta Surat Edaran (SE) Sekda Tentang Penutupan Tempat Hiburan.

“Perbup No 57 dikenakan denda 500 ribu dan sudah dibayarkan, Inbup No 2 hanya dikenakan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan, dan yang terakhir terkait SE dari Sekda Tulungagung karena tempat karaoke, spa, panti pijat itukan masih belum boleh buka. Dan SE itu belum dicabut, saya anggap dia juga terkena itu,” tegas Nindya.

Nindya menjelaskan, terkait tiga pasal yang diberikan kepada pemilik tempat karaoke, pihak karaoke bisa dikenakan sanksi berupa pembekuan izin usaha hingga penutupan izin usaha.

Namun hal itu tidak bisa dilakukan secara langsung. Pasalnya, pihaknya harus melakukan patroli terlebih dahulu, jika tempat cafe dan karaoke tersebut kedapatan buka lagi, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

“Kita gak bisa seenaknya langsung melakukan penutupan atau pembekuan izin usaha, harus melalui tahapan dulu. Kalau kedapatan mengulangi lagi, baru kita bisa beri sanksi tegas tersebut. Jadi saat ini masih dijerat tiga pasal terlebih dahulu,” jelasnya.

Menanggapi soal video yang sudah beredar, penanggung jawab cafe dan karaoke melalui Nindya, membantah jika Hall di tempatnya bekerja sudah dibuka. Dirinya mengaku bahwa tamu dalam video tersebut yang menggunakan salah satu room di tempat karaokenya merupakan kolega dari pemilik tempat karaoke.

“Usai pemeriksaan yang disinyalir Hallnya buka, ternyata tidak ada di Hall. Cuma ada satu room karaoke yang buka, dan itu teman dari pemiliknya,” tandasnya. (gus/fif).