Masyarakat Tulungagung Boleh Menggelar Hajatan Tapi ini Syaratnya

oleh -11 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Permintaan surat rekomendasi untuk menggelar hajatan di Tulungagung mengalami peningkatan. Bahkan, peningkatan permintaan surat rekomendasi mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan dengan lima bulan terakhir diawal pandemi, Rabu (13/10/2020).

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, meski masih di tengah pandemi Covid-19, masyarakat masih bisa menggelar hajatan.

Gugus tugas sendiri memang sudah memperbolehkan masyarakat yang hendak menggelar hajatan. Namun, sebelum menggelar hajatan, masyarakat diharuskan untuk meminta surat rekomendasi kepada Gugus Tugas Terlebih dahulu.

“Untuk bisa mendapatkan surat rekomendasi, masyarakat harus melengkapi beberapa persyaratan. Seperti, harus ada penanggung jawab, meminta ijin kepada kepala desa setempat, melampirkan jumlah undangan serta layout. Karena nantinya kami yang akan menganalisa apakah dilingkungan tersebut ada transmisi lokal atau tidak,” ucap Galih, Rabu 13/2020).

Galih melanjutkan, memang dalam satu bulan terakhir ini, jumlah permintaan surat rekomendasi untuk hajatan mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan pusat data laporan (Pusdalop) Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungaung, pada September 2020 pihaknya sudah mengeluarkan 417 surat rekomendasi hajatan. Sedangkan pada April hingga Agustus, Gugus Tugas Kabupaten Tulungagung hanya mengeluarkan 130 surat rekomendasi.

“Kalau dibandingkan dimasa awal pandemi ya, jadi satu bulan terakhir permintaan rekomendasi memang tengah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sekitar 417,” katanya.

Galih menambahkan, peningkatan permintaan surat rekomendasi hajatan diyakini olehnya disebabkan karena faktror budaya masyarakat jawa, khusunya Tulungagung.

Menurutnya, sudah menjadi hal yang lumrah jika ingin menggelar hajatan, serta diharuskan mencari hari yang baik terlebih dahulu. Jadi, memang pada bulan tertentu dianggap dan dipercaya sebagai bulan yang baik untuk menggelar hajatan.

“Faktornya adalah budaya mencari hari baik sebelum menggelar hajatan. Apalagi dalam adat budaya jawakan selalu seperti itu. Jadi bisa diprediksi pada bulan-bulan tertentu kegiatan hanjatan akan banyak digelar,” terangnya.

Meski begitu, Galih mengaku, hingga saat ini Gugus Tugas Kabupaten Tulungagung hanya bisa mengeluarkan surat rekomendasi untuk hajatan saja. Sedangkan untuk pagelaran kegiatan yang sifatnya peringatan, hiburan, yang berpotensi mengundang kerumunan dan tidak bisa dikendalikan. Pihaknya masih belum bisa mengeluarkan izin maupun rekomendasi.

“Jika diacara hajatan ada hiburan dengan mengundang penyanyi masih diperbolehkan, sepanjang tidak menjadi acara inti yang nantinya membuat tamu undangan ikutan joget, itu gak boleh. Dan dalam menggelar hajatan untuk satu sesi maksimal berdurasi 3 jam. Misalnya undangan 100 orang dan kapasitas tempatnya hanya untuk 50 orang, maka bisa dibagi menjadi dua sesi. Memang harus ketat gitu aturannya,” jelas Galih. (gus/fif).