Pemkab Tulungagung Anggarkan 906 Juta Untuk Kendaraan Operasional Tim Tracing

oleh -13 views
SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Untuk mempermudah dan menunjang aktifitas tim tracing Covid-19 dalam menangani pasien terpapar, atau menjangkau wilayah pelosok yang sulit dilalui kendaraan roda 4, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyediakan kendaraan roda 2. Hal ini dilakukan untuk bisa lebih cepat dalam penanganannya.
, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, penambahan fasilitas tersebut dimaksudkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan selama pandemi Covid-19. Menurutnya, fasilitas ini merupakan alat mobilisator untuk pelayanan kesehatan masyarakat, guna mengendalikan Covid-19 di Tulungagung.
Maryoto mengaku, fasilitas penunjang untuk menghadapi Covid-19 memang harus dikembangkan, guna menurunnya jumlah pasien Covid-19, sehingga perekonomian kian merangkak.
“Tujuan utama kita memang itu, bagaimana agar Covid-19 ini bisa berakhir. Sehingga sektor ekononi di Tulungagung bisa pulih sepenuhnya,” tegas Bupati Tulungagung, Maryoto.
Sementara itu,Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad mengatakan, sulitnya menjangkau wilayah pelosok maupun gang-gang sempit, menyebabkan terbuangnya waktu yang terlalu banyak pada saat melakukan tracing. Padahal, tim tracing diharuskan untuk melakukan tracing dibanyak tempat.
“Awalnya di daerah Kecamatan Pucanglaban, itukan belum ditemukan adanya pasien Covid-19. Tetapi dalam minggu-minggu ini, usai adanya terconfirmasi positif didaerah situ, kita kesulitan untuk menjangkaunya. Karena medannya sulit untuk dijangkau mobil. Maka dari itu, kita sediakan unit sepeda motor agar mempermudah tim tracing dalam menjalankan tugasnya,” ucap dr. Kasil, Jumat (23/10 /2020).
Meski demikian, adanya Dana Insentif Daerah (DID) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) membuat pihaknya berinisiatif untuk mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan mobilitas tim tracing. Yakni dengan menyediakan delapan unit sepeda motor.
Menurut dr. Kasil, sepeda motor ini dilengkapi dengan peralatan untuk pengambilan sampel rapid test, maupun swab sekaligus. Dirinya mengaku, meski sample dibawa menggunakan sepeda motor, namun hal itu dijamin tidak akan merusak sample. Karena motor tersebut memiliki perlengkapan untuk menjaga sample tetap aman.
“Kalau rapid test, bisa langsung diketahui hari itu. Kalau swab, petugas harus membawa sampelnya untuk di test di RSUD. Makanya kita perlu spesifikasi motor seperti itu untuk mempermudah proses tracing. Untuk unit motor, kami memakai dana DID sebesar Rp 306 juta, sudah termasuk perlengkapannya,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyediakan dua mobil Puskesmas keliling (Pusling) serta satu unit mobil penyuluhan. Penambahan unit mobil Pusling, menurut dr. Kasil, dikarenakan saat ini unit mobil Pusling di Tulungagung sudah tidak layak.
Padahal, disaat pandemi seperti ini, mobil tersebut sangat dibutuhkan. untuk mobil penyuluhan, pihaknya mentargetkan untuk menyasar wilayah-wilayah yang sering terjadi keramaian di Tulungagung. Sehingga, nantinya pihaknya bisa sekaligus mengedukasi masyarakat akan bahayanya Covid-19, serta  pembagian masker.
“Untuk mobil memakai dana DAK sebesar Rp 600 juta per unit, dan juga sudah termasuk peralatan didalamnya. Inikan termasuk fasilitas penunjang, saya berharap dengan adanya fasilitas ini bisa menekan angka Covid-19 di Tulungagung,” ungkap dr. Kasil.(gus/fif)