Pelaku Seni Kota Kediri Harus Melek Teknologi

oleh -9 views

kediri – Seniman dan pelaku budaya kesenian tradiosal jaranan dan pecut, Selasa 27 Oktober 2020 mendatangi kegiatan sosialisasi UU nomer 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Kegiatan yang diinisasi Disbudparpora ( dinas Kebudayaan, pariwisata,kepemudaan dan olahraga) Kota Kediri ini dilaksanakan di gelanggang olahraga Jayabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Nur Mukhyar menjelaskan dimasa pandemi seperti saat ini, para Seniman dan pelaku budaya dituntut untuk bisa menguasai teknologi digital. Menurut mantan kabag humas Pemkot Kediri ini. Media sosial tidak hanya semata dipergunakan sebagai ajang aktualisasi atau berekspresi melainkan juga bisa dimonotest dijadikan lahan untuk mencari yang.
” Ada 2 hal, pertama kita dorong mereka memanfaatkan waktu ini untuk mematangkan konsep apa aja yang mereka tampilkan kelak. Yang kedua adalah memanfaatkan teknologi, ada digital, medsos yang bisa kita manfaatkan yang itu tidak hanya ajang aspresiasi, ajang aktualisasi. Faktanya jika itu bagus bisa dimonotest bisa dijadikan uang dan ini kesempatan. Kebutuhan tuntutan kita sekarang harus memahami teknologi, ” Kata Nurmuhyar.
Selain menginginkan para Seniman dan pelaku budaya untuk melek teknologi. Disbudparpora juga meminta mereka untuk memahami tentang UU Kebudayaan, dimana didalamnya mengatur tentang perlindungan terhadap para pelaku seni dan budaya
” kita perlu mengajak Seniman budayawan memahami uu kebudayaan dimana didalamnya ada perlindungan pada mereka. Ini harus kita pahami bersama, sehingga stik holder yang lain bisa terlihat untuk memberikan apresisasi dan perlindungan kepada Seniman, ” Ujarnya.
Menurutnya para pelaku seni tersebut memiliki kewajiban untuk berkontribusi melestarikan kebudayaan yang sudah ada sekarang ini, termasuk Pemda didalamnya.
” Sebenarnya yang namanya pelestaria itu, realnya kita memberi legacy. Kita memberi pendidikan kepada anak cucu kita, anak didik kita, kepada junior junior kita. Kalau kita hanya merestorasi apa yang ada, hanya untuk era kita, maka nanti setelah era kita bisa saja punah, nah ini harus dipahami, ” kata pria kelahiran Trenggalek Jawa Timur . (nar)