Blusukan, Dito Ingin Kopi Kediri Bersaing Di Skala Internasional dan Tingkatkan Harga Jual Susu Peternak

oleh -37 views

SURYA RADIO KEDIRI- Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono sapaan akrabnya Dhito ke wisata kopi Dusun Laharpang Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri,Senin (9/11/20).

Mas Dhito mengatakan, dalam kunjungan ke wsiata kopi di Dusun Laharpang Desa Puncu untuk melihat perkembangan dan biji-biji kopi ini nantinya akan bersaing untuk diekspor ke luar negeri. Selain itu juga memberikan pelatihan kepada petani kopi tujuannya untuk bisa mengembangkan produktivitas kopi.

“Untuk target kita lihat perkembangannya selama 2 tahun lagi karena prosesnya sangat panjang terlalu dini terlalu prematur dan harus tetap kita dukung,” ujarnya

Usai berkunjung ke wisata Kopi di dusun Laharpang Calon Bupati Kediri Mas Dhito melanjutkan blusukan di Alas Simpenan dan melihat produk UMKM warga sekitar.

Dalam blusukan ke peternak sapi perah di Dusun Maryo Santoso Desa Wonorejo Kecamatan Puncu.Dito disambut dengan ramah dalam suasana santai mendengarkan keluhan dan masukan para peternak sapi perah. Mereka mengeluhkan terkait kelangkaan pupuk dan harga susu yang turun.

Terkait kesulitan pupuk, Dito menjelaskan, Ia sudah menjalankan program yang diberi nama DITO artinya Desa Inovasi Tani Organik. Program DITO ini fungsinya untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik, sampai penanaman hingga hasil produksi panen.

“Kami berharap masyarakat khususnya warga Desa Wonokerto bisa mendapatkan pelatihan pupuk organik dan bisa meracik pupuk sendiri serta hasil panen bisa bagus dengan menggunakan pupuk organik, ” kata Dhito.

Dito juga mendengarkan keluhan warga terkait harga susu Rp 5.000 per liter, warga meminta harga susu bisa naik menjadi Rp 6.000 per liter.

Dito menegaskan kalau ingin harga susu naik, maka yang harus ditingkatkan kualitas atau genetik sapi dengan cara mendatangkan bibit unggul.

Dito menambahkan, untuk bibit genetika sapi dan pakan berpengaruh terhadap kualitas dari susu tersebut. Ada warga setempat menjadi penampung susu sapi sebanyak 120 ton per hari.

“Artinya, mereka sudah paham betul bagaimana untuk melihat kualitas dari susu tersebut. Kuncinya pakan dan bibitnya yang harus diperbaiki supaya lebih maksimal lagi, ” ungkap Dito.(wg)