Penambahan Status Zona Hijau,Kabupaten Tulungagung Alami Peningkatan Penanganan Covid-19

oleh -33 views

SURYA RADTULUNGAGUNG – Belum genap satu bulan usai enam kecamatan di Tulungagung dinyatakan sebagai zona hijau. Kini mulai bertambah sembilan kecamatan lain yang juga menjadi zona hijau. Sebenarnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung menargetkan dua minggu lagi seluruh kecamatan di Tulungagung zona hijau.

Namun Gugus Tugas harus realistis lantaran Kecamatan/Kota tetangga Tulungagung masih zona masuk dalam kategori rawan.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro membenarkan bahwa saat ini Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan signifikan dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, mekanisme penanganan Covid-19 Tulungagung sudah membuahkan hasil. Hal itu diperkuat dengan 14 kecamatan di Tulungagung yang sudah dinyatakan sebagai zona hijau, menyisakan 2 kecamatan zona merah dan 3 kecamatan zona kuning. Hal itu berarti, kesiapan faskes serta SDM yang ada sudah cukup bekerja secara maksimal demi menangani Covid-19. Tak hanya itu, transmisi lokal juga berperan penting dalam persebaran Covid-19.

Namun dengan banyaknya Kecamatan yang sudah menjadi zona hijau. Hal itu berarti transmisi lokal di Kabupaten Tulungagung semakin menurun.

“Ini menunjukkan bahwa kita sudah pada jalur yang benar dalam penanganan Covid-19 agar Kabupaten Tulungagung bisa diakui secara nasional menjadi zona hijau ,” ungkap Galih Nusantoro, Jumat (13/11).

Sebenarnya, Gugus tugas sudah optimis dalam waktu dekat ini setidaknya selama dua minggu kedepan bisa segera menjadi zona hijau dan diakui secara nasional.

Namun menurutnya, disisi harus optimis, pihaknya juga harus realistis, sehingga pihaknya khawatir jika terlalu percaya diri lantas pihaknya kurang siap dalam menangani gelombang kejutan Covid-19. Mengingat masih ditemukannya beberapa Kecamatan di Tulungagung yang masih belum zona hijau.

“Waspada itu harus, artinya kita tetap harus mengupayakan agar bisa bebas Covid-19 dengan menjadi zona hijau. Yang penting kita fokuskan penanganan di kecamatan yang masih belum zona hijau. Kalau semuanya sudah zona hijau, kami yakinlah pusat pasti mau acc,” lanjutnya.

Menurut Galih, masih adanya kecamatan yang menjadi zona kuning dan merah di Tulungagung lantaran saat ini masyarakat sudah mulai santai dalam menanggapi pandemi Covid-19.

Hal itu dibuktikan, masyarakat tulungagung yang sudah beraktivitas seperti biasa meski sedikit terbatas. Namun tetap sering dijumpai masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, sehingga masyarakat tersebut rawan terpapar Covid-19 yang mengakibatkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Memang sekarang ini penularannya sudah minin, artinya satu orang cuma menulari satu orang lain atau bahkan tidak menulari. Tetapi yang masih menjadi kendala karena pelaku perjalanan daerah terjangkit (PPDT) itu masih ada, sehingga mengakibatkan beberapa kecamatan yang masih belum zona hijau,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menurutnya tingkat kerawanan wilayah tetangga diyakini juga menghambat Kabupaten Tulungagung agar bisa mencapai zona hijau. Galih mencontohkan, seperti Kecamatan Rejotangan yang berbatasan langsung dengan wilayah zona oranye membuat Kecamatan tersebut sulit untuk mencapai zona hijau lantaran masih dijumpai penambahan kasus. Rupanya, penambahan kasus disana juga mayoritasnya disebabkan adanya PPDT.

Sebagai langkah penanganan agar Kabupaten Tulungagung bisa segera mencapai zona hijau. Galih meminta peran aktif dari masyarakat untuk mewujudkan hal itu, sehingga secepatnya Kabupaten Tulungagung bisa diakui secara nasional menjadi zona hijau. Dimana hal itu menandakan sudah tidak adanya temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sekuat apapun kita membendung, tetapi kalau masyarakatnya tidak ada sinergi dengan kita. Itu masih dimungkinkan ada kerawanan baru,”

Di Kabupaten Tulungagung sendiri, persentase kesembuhan kini sudah mencapai 90,2 persen. Galih mengakui, tingkat kesembuhan tersebut lebih tinggi dibanding daerah disekitar Kabupaten Tulungagung. Untuk itu, Gugus Tugas akan tetap berusaha mempertahankan hal itu agar Kabupaten Tulungagung bisa sesegera mungkin dinyatakan sebagai zona hijau.

“Akumulasi tingkat kesembuhan se-Jatim saya belum tahu kita diurutan berapa, tapi coba saya pantau dulu.

Paling tidak jika dibanding kabupaten/kota sekitar, kita paling tinggi tingkat kesembuhannya,” pungkasnya.