Tarik Investor Masuk, Mas Dhito Pangkas Pengurusan Ijin Usaha

oleh -14 views

SURYA RADIO KEDIRI- Keberadaan Kampung Inggris di wilayah Kecamatan Pare yang kini telah menjadi bagian ikon bagi Kabupaten Kediri memang patut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Hal itu diungkapkan Mas Dhito (sapaan akrab Hanindhito Himawan Pramono) Calon Bupati (Cabup) Kediri tahun 2020 ketika berkeliling blusukan dan bertemu masyarakat Kampung Inggris, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Jumat (13/11/2020).

“Kabupaten Kediri ini punya satu icon yaitu adalah Kampung Inggris nah tadi saya cek, saya diskusi dengan para pemilik lembaga kursus, ini memang perhatian dari pemerintah kabupaten dirasa oleh mereka masih kurang perhatian,” kata Mas Dhito.

Seperti disampaikan Mas Dhito, dalam diskusi warga Kampung Inggris meminta untuk dibuatkan domain website (kampunginggris.co.id). “Supaya Kampung Inggris ini tidak diambil alih oleh kabupaten lain, karena sudah mulai ada beberapa daerah yang mau menciptakan seperti Kampung Inggris ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Mas Dhito menerangkan, problem lainnya yang kini sedang dihadapi masyarakat setempat yakni berkaitan dengan air bersih.

“Karena banyak sekali titik-titik yang mana septic tank itu sudah berdekatan dengan pompa air jadi ini sudah tidak bagus,” urainya serta terkait kadar ph air untuk kesehatan masyarakat Kampung Inggris.

“Ini memang perlu perhatian khusus salah satunya adalah berdiskusi dengan ahli dari water treatment, bagaimana perencanaan dan pengelolaan air yang ada di Kampung Inggris,” terangnya.

Mas Dhito menambahkan, Kampung Inggris perlu adanya standarisasi kurikulum paling tidak batas bawahnya, “Metode-metode atau materi-materi apa yang akan diajarkan itu harus ada acuan dasarnya tidak bisa antar satu dan lain lembaga itu tidak ada buku pedoman lah kasarnya gitu.”

“Walaupun untuk bagaimana mereka mengedukasi itu saya nantinya akan memberikan kebebasan, karena itu supaya mereka punya memiliki daya juang atau daya berkompetisi antar satu lembaga dengan lembaga yang lain,” imbuhnya.

Berkaitan dengan pembangunan Bandara Kediri, Mas Dhito menjelaskan, konektivitas antara Kampung Inggris, SLG dengan bandara itu harus terealisasikan, karena kalau tidak maka akses dari bandara ke Kampung Inggris akan menjadi sulit kalau tidak ada akses tersebut.

Tak hanya membahas terkait kampung inggris, dalam kunjungannya hari ini ke Pare, Dhito juga bertemu para pengusaha di Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare. Dikesempatan tersebut ia memaparkan program untuk perbaikan ekonomi di Kabupaten Kediri. Salah satu yang diunggulkannya yakni terkait perijinan yang akan semakin dipermudah.

“Ini harus diperhatikan, bagaimana perizinan di Kabupaten Kediri masih memakan waktu yang cukup panjang. Kalau polanya seperti ini terus, disaat kediri ini punya bandara, saat kediri mulai membuka investor, tidak ada yang mau masuk,” katanya.

Untuk mempersingkat itu, Dhito mengaku telah menyiapkan program perijinan sehari jadi. Dengan mempersingkat waktu tersebut, diharapkan masyarakat menjadi lebih mudah dan mau melengkapi ijin usahanya. “Maka dari itu kita akan pangkas lagi supaya perijinan lebih cepat agar perekonomian di kediri itu lebih baik,” pungkasnya

Selain ke kampung Inggris calon Bupati Kediri Mas Dhito juga mengunjungi pengrajin kayu dan pengusaha kayu di Desa Gedangsewi Kecamatan Pare.

Pada kesempatan tersebut, Mas Dhito juga melakukan diskusi dengan pengrajin dan pengusaha kayu yang tergabung dalam Paguyuban Pengolah Kayu “Sukses Bersama” Kabupaten Kediri.((wg)