Potensi Menyebabkan Kemacetan , Pembangunan Jembatan Ngujang 1 Terancam Batal

oleh -11 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG- Rencana renovasi pembangunan Jembatan Ngujang 1 (satu) pada bulan April tahun depan terancam batal. Hal tersebut disimpulkan setelah tim dari Kementerian Perhubungan meninjau jembatan yang berada di Jalur Nasional Tulungagung-Kediri.

Menurut Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Eka Prihadi melalui Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Ferdi Aris Iswahyudi mengatakan, pembangunan jembatan Ngujang 1 direncanakan pada bulan ke empat tahun depan.
“Awalnya direncanakan sekitar bulan April 2021. Namun ada beberapa alasan yang memungkinkan pembangunan ditunda,” kata Ferdi.
Setelah dilakukan peninjauan di lapangan lanjut Ferdi, ternyata pembangunan jembatan Ngujang 1 bersamaan dengan pembangunan jembatan Bandar Ngalim di Kota Kediri. Kondisi ini yang dinilai berpotensi membuat kemacetan luar biasa di wilayah Tulungagung maupun Kediri jika renovasi dilanjutkan.
“Maka dari itu, harus dipertimbangkan agar tidak terjadi kemacetan,” imbuhnya.
Dilain tempat atau sisi barat Tulungagung, yakni Jembatan Ngadi yang sekarang kondisinya belum diperbaiki karena diterjang banjir pada Maret 2017 silam masih berupa jembatan bailey akan menambah tingkat kemacetan. Mengingat Jembatan Ngadi menghubungkan Tulungagung-Kediri di jalur Barat.
“Dengan pertimbangan tersebut, maka pembangunan Jembatan Ngujang 1 belum bisa diputuskan. Akan tetapi masih ada survei lanjutan untuk memutuskan kepastian rencana pembangunannya,” imbuhnya.
Disinggung bagaimanakah kondisi dari jembatan Ngujang 1 saat ini, Ferdi menjelaskan jika pondasi jembatan sedikt menggantung akibat abrasi. Bahkan sudah hampir tak kuat menahan beban dan  arus Sungai Brantas yang sangat deras.
“Sisi selatan urukan jembatan juga pernah ambrol,” pungkasnya.
Sebelumnya pihak Dishub sudah melakukan  koordinasi terkait tinjauan lapangan bersama Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas PUPR Provinsi Jawa Timur, BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur, Ditlantas Polda Jawa Timur, Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Dinas Perhubungan Tulungagung, Satlantas Polres Tulungagung, dan Konsultan serta penyusun dokumen Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas (Andal Lalin).(gus/fif)