Masuk Zona Orange, Bupati Kediri Isyaratkan Belum ada Pembelajaran Tatap Muka

oleh -23 views

SURYA RADIO KEDIRI- Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno menyampaikan pembelajaran tatap muka untuk SD-SMP, belum waktunya untuk dilakukan, mengingat saat ini di Kabupaten Kediri masuk di zona oranye dengan positif Covid 19 jumlahnya 1000 lebih.

Bupati Kediri juga prihatin dengan pedagang yang biasa jualan di depan gerbang sekolah, karena Pandemi akhirnya kini tidak dapat penghasilan. Jika sekolah dengan tatap muka langsung, maka dampaknya akan lebih besar karena anak-anak cenderung untuk berkerumun. Oleh karena itu menurut Bupati dua periode ini yang aman sementara adalah pembelajaran daring.

“Saat ini memang belum ada pembelajaran tatap muka karena pandemi Covid 19 yang belum selesai. Kita tunggu dulu perkembangan berikutnya hingga Pandemi Covid 19 benar-benar berakhir. Kita juga mempertimbangkan keselamatan anak didik kita agar tidak terpapar Covid 19,” ujarnya.

Yang utama anak-anak selama di rumah tetap pertahankan disiplin protokol kesehatan dan keluar rumah hanya terpenting saja. Bupati juga mengingatkan untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan (Prokes). Jika nanti sudah benar-benar aman dari Covid 19 bisa kembali belajar normal,” ujarnya.

 

Bupati Haryanti menambahkan, hendaknya untuk kunjungan guru ke rumah murid juga diperhitungkan untuk protokol kesehatan dan jumlah muridnya dibatasi agar jangan sampai berkerumun. Pihaknya juga ingin anak-anak disabilitas menerapkan prokes lengkap sesuai dengan anjuran guru.

:
“Penting diperhatikan untuk kesehatan diri sendiri dan keluarga. Jangan remehkan Covid 19 dan tetap mengenakan masker di setiap aktivitas di luar rumah. Agar daya tahan tubuh tetap kuat dan tidak sakit,” imbuhnya.

Sementara Sujud Winarko Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri menyampaikan hal yang sama dengan yang disampaikan bupati Kediri. Menurutnya, pembelajaran tatap muka belum memungkinkan untuk dilaksanakan. “Disdik memilih menjaga keselamatan anak didik SD dan SMP. Dari pada setelah sekali ada jadwal tatap muka malah terjadi masalah,” katanya.(adv/kominfo/nar)