Terapkan Protokol Kesehatan, Perayaan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke 815 Gelar Ritual Bersih Nagari

oleh -9 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung merayakan hari jadi ke-815 tahun 2020. Perayaan hari jadi ini hanya dihadiri oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Tulungagung dan beberapa tokoh masyarakat. Serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan jaga jarak, Selasa (19/11/2020).

Puncaknya pada acara perayaan hari jadi Kabupaten Tulungagung ke-815 ini digelar ritual Bersih Nagari. Diawali dengan beberapa prajurit yang datang dan menghadap ke Bupati Tulungagung untuk menyerahkan Pataka atau lambang daerah.

Setelahnya, hadir di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso berupa Buceng lanang dan Buceng wadon. Buceng Lanang sendiri merupakan tumpeng yang berisik nasi kuning dan aneka lauk pauk. Sedangkan Buceng Wadon berisi hasil pertanian. Kedua buceng tersebut merupakan bagian dari serangkaian upacara adat Bersih Nagari.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, ritual Bersih Nagari ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Bersih Nagari bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan atas perjuangan Kabupaten Tulungagug yang diawali dengan Kabupaten Ngrowo, sehingga bisa menjadi makmur dan jaya seperti sekarang.

Bersih Nagari ini juga ditujukan untuk menghormati jasa-jasa pahlawan terdahulu atau pejabat Bupati terdahulu yang telah berjuang untuk memperkuat pemerintahan di Kabupaten Tulungagung.

“Ini sudah merupakan tradisi di setiap perayaan hari jadi Kabupaten Tulungagung. Dari tahun ke tahun, dinamika pembangunan dari setiap sistem pemerintahan selalu meningkat. Itu bisa dilihat melalui fisik maupun pranata-pranata sosial di Kabupaten Tulungagung,” ucap Maryoto Birowo, Rabu (18/11/2020).

Lanjut Maryoto, upacara Bersih Nagari yang digelar saat ini jauh berbeda dari yang terdahulu. Jika dahulu, Bersih Nagari selalu dilaksanakan secara terbuka. Lalu ritual penyerahan ritual pataka juga diarak dari kantor selatan (DPRD Tulungagung) untuk dibawa ke Pendopo.

Namun kini, upacara tersebut justru dilakukan secara tertutup, dengan menghilangkan proses arak-arakan. Hal itu dilakukan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, untuk mencegah berkerumunnya massa yang mengakibatkan penularan Covid-19.

“Dulu segala instansi kami undang. Saat ini hanya perwakilan saja, makanya kita lakukan secara tertutup. Agar tidak mengundang kerumunan masyarakat, sehingga protokol kesehatan tetap dipertahankan,” kata Maryoto.

Pihaknya berharap, di hari jadi yang ke 815ini, agar kedepan akan semakin maju dalam hal pelayanan. Serta masyarakat bisa menikmati dampak dari pembangunan. Hal itu sesuai dengan yang dicita-citakan, sesuai dengan slogan khas Tulungagung. Yakni, Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto.

“Meskipun pandemi saat ini juga menjadi halangan, tetapi saat ini penanganan dalam krisis kesehatan sudah dengan baik dicover. Sedangkan untuk perekonomian saat ini mulai kita dorong, kita motivasi agar semakin tumbuh,” pungkasnya. (gus/fif).