Bupati Tulungagung Menanam 1000 Pohon Dipinggiran Sungai Brantas

oleh -36 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Perum Jasa Tirta (PJT) Wilayah Tulungagung, serta Aliansi Mahasiswa Tulungagung Indonesia (AMTI) melakukan penanaman 1000 pohon mangrove di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan. Tepatnya didekat aliran Sungai Brantas, Senin (23/11/2020).

Hal itu dilakukan untuk penghijauan serta mengamankan Sungai Brantas dari Kegiatan penambangan pasir.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, penghijauan tersebut bertujuan untuk pelestarian lingkungan. Pelestarian lingkungan sangat penting sekali untuk menjaga ekosistem. Kalau ekosistem di sekitaran sungai brantas baik, maka penghijauan di wilayah sungai brantas juga baik. Maka dari itu, sumber-sumber air bisa dilindungi, sehingga masalah erosi bisa dikendalikan.

“Kita dibantu oleh mahasiswa yang tergabung dalam AMTI yang merupakan aktivis lingkungan. Dalam hal ini sangat bagus, dan saya sepakat, karena disaat kondisi seperti ini kita harus peduli terhadap pelestarian lingkungan,” ucap Maryoto usai melakukan penanaman pohon, Senin (23/11/2020).

Menurut maryoto, sejak zaman dulu, mata pencarian masyarakat di sekitar sungai brantas menjadi penambangan pasir secara manual. Dengan adanya itu, maka wilayah sekitaran sungai brantas harus selalu dijaga. Oleh karenanya, seluruh aparatur pemerintah kabupaten, BBWS, Perum Jasa Tirta, kalangan mahasiswa dan ormas juga ikut didalamnya untuk terlibat secara langsung dalam proses penghijauan ini.

Menurutnya, jika hal ini dilakukan secara bersama-sama yang didasari masalah kesadaran serta tanggung jawab yang tinggi, lantas permasalahan akan teratasi.

“Kalau nanti lingkungannya baik dan tidak rusak, kan otomatis bisa bertahan lama. Jadi, tidak bisa dilakukan secara instan, namun perlu penyadaran,” kata Maryoto.

Saat ditanya apakah program penghijauan sepetrti ini akan tetap dijalankan. Pihaknya memerintahkan DLH dan kalangan mahasiswa untuk terus melanjutkan proses penghijauan seperti ini. Mengingat pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Disekitar sini tebing-tebingnya sudah mulai erosi, jadi harus dijaga,” tegas Bupati Tulungagung.

Dengan adanya program seperti ini, pihaknya berharap kepada masyarakat agar ikut mendukung adanya penghijauan seperti ini. Dengan begitu, masalah kelestarian lingkungan di sekitaran sungai utamanya sungai brantas bisa selalu terjaga.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kalpin Nur mengatakan, akan tetap mendukung adanya program seperti ini. Menurutnya, demi tetap menjaga kelestarian sungai brantas, memang diperlukan adanya penghijauan untuk mencegah terjadinya erosi. Untuk itu, pihaknya berharap, kedepannya banyak pihak yang turut membantu mensukseskan program penghijauan untuk kelestarian alam.

“Demi kesuksesan program seperti ini, sehingga agar semuanya bisa terpenuhi semua. Maka, kita harus selalu mendukung,” ungkapnya.(gus/fif)