Antisipasi Penyebaran Covid 19 ,Ratusan Juru Parkir Jalani Rapid Test

oleh -10 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid 19 di Kabupaten Tulungagung, sebanyak 100 orang juru parkir yang terdapat di wilayah perkotaan Kabupaten Tulungagung dilakukan rapid test, Selasa (24/11/2020).

Hal tersebut dilakukan karena mengingat mereka secara langsung bersinggungan dengan banyak orang. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung melakukan rapid tes terhadap ratusan juru parkir (Jukir) yang terdaftar di Dinas Perhubungan Tulungagung.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Tulungagung, Panji Putranto mengatakan, tujuan rapid test terhadap juru parkir dibawah naungannya sebagai langkah antisipasi dini terhadap juru parkir dimasa pandemi Covid 19.

Pasalnya, juru parkir dianggap rentan melakukan kontak fisik dengan banyak orang di jalan raya. Mengingat pekerjaannya yang menuntut mereka untuk melayani banyak orang di lahan-halan parkir tepi jalan.

“Hari ini kami melakukan rapid test kepada 100 orang jukir, hasilnya ditemukan dua reaktif. Nantinya terhadap dua orang tersebut akan dilakukan test ulang untuk mengetahui apakah yang bersangkutan benar-benar terpapar covid-19. Rencana awal, jika ditemukan adanya jukir yang reaktif, maka akan dilakukan isolasi terhadap jukir tersebut,” ucap Panji, Selasa (24/11/2020).

Lanjut Panji, dimasa pandemi seperti ini, jukir tetap bekerja seperti biasa. Namun tentunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, hand sanitizer atau cuci tangan pakai air bersih.

Pihaknya berharap dengan adanya rapid test masal terhadap jukir dibawah naungannya ini, pihaknya bisa melakukan pencegahan agar virus Covid-19 tidak sampai menyebar.

“Kami tidak menggunakan sistem kerja shift terhadap para jukir kami. Jadinya mereka kerja full time seperti biasanya,” katanya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad saat dihubungi lewat telefon mengatakan tujuan screening seperti itu memang untuk segera ditemukan adanya kasus. Nantinya terhadap dua orang jukir yang sudah dinyatakan reaktif tersebut akan dilakukan uji swab.

Apakah keduanya terkonfirmasi positif atau tidak. Untuk itu jika keduanya dinyatakan positif berdasarkan hasil swab tersebut, pihaknya akan segera melakukan tracing terhadap kontak erat kedua jukir tersebut.

“Kalau misalkan memang benar hasil swab keduanya positif, rentetan tracingnya bakalan panjang, apalagi dia sering dilapangan. Yang jelas, sembari mereka nunggu hasil swab, mereka harus menjalani isolasi mandiri dulu sampai hasilnya keluar,” ungkap Kasil Rokhmad. (gus/fif).