Pengurus Ponpes Thoriqoh Se Kab Kediri Dukung Cabup Mas Dhito Jadi Bupati Kediri

oleh -28 views

 

SURYA RADIO KEDIRI- Agenda blusukan Cabup Kediri 2020 di masa kampanye yang kurang 15 hari mendekati coblosan, melakukan kunjungan di wilayah Kec Kepung Kab Kediri. Diawali dengan silaturohmi ke Pondok Pesantren Sabilil Huda di Dusun Bukaan Desa Keling, Selasa (24/11/2020).

Silaturohmi Cabup mas Dhito di Pondok Pesantren Sabilil Huda, disambut langsung oleh pengurus pondok Thoriqoh, Kiai H. Abdul Muhaimin Djawahiri. Kemudian bertemu dengan perwakilan pengurus pondok Thoriqoh se Kab Kediri, di aula ponpes Sabilil Huda.

Mas Dhito, banyak menerima masukan dari para pengurus Thoriqoh terkait Pondok Pesantren di Kabupaten Kediri. Mas Dhito mengatakan, pihaknya kedepan akan memperhatikan Pondok Pesantren di Kabupaten Kediri, termasuk pembuatan kawasan-kawasan Pondok Pesantren dan akan dikomunikasikan terlebih dahulu.

Sementara itu, Kiai H. Abdul Muhaimin Djawahiri, pengasuh Pondok Pesantren Sabilil Huda, yang berada di Dusun Bukaan Desa Keling Kec Kepung Kab Kediri mengatakan, bahwa sebagai Umat Islam hukumnya wajib harus memilih seorang pemimpin. Karena satu kelompok, lebih baik ada pemimpinnya, daripada tidak ada pemimpinnya.

Pondok Pesantren Sabilil Huda, sudah menentukan sikap dukungannya pada mas Dhito untuk menjadi Bupati Kediri.

Setelah melakukan silaturahmi dengan para pengurus Thoriqoh Se Kabupaten Kediri, mas Dhito melakukan pertemuan dengan masyarakat di Desa Kebonrejo Kepung Kediri.

Di Kebonrejo, mas Dhito menanggapi keluhan masyarakat terkait Bumdes yang nantinya akan dibuatkan Perda, juga terkait Kesehatan Polindes yang belum ada bidannya, maka perlu ada bidan dengan mengupayakan setiap desa 2 bidan yang nantinya, akan bekerjasama dengan pemerintah pusat.

Untuk sektor pertanian, pinjaman modal nantinya akan bekerjasama dengan lembaga perbankan terkait untuk peningkatan plafon modal pinjaman kredit usaha rakyat.

Kemudian yang terakhir, Mas Dhito blusukan di Desa Watugede, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, untuk berdialog dengan para pelaku UMKM.(wg)