Satu Lagi ,Nakes Kabupaten Tulungagung Meninggal Akibat Terpapar Covid-19

oleh -5 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Tulungagung kembali berduka . Pasalnya, salah satu nakes inisial SD yang bekerja di Rumah Sakit swasta di Tulungagung pada, Selasa (24/11) malam dikabarkan meninggal dunia lantaran terpapar Covid-19.

Dengan adanya kasus tersebut, dalam kurun waktu hampir sepekan ini, tercatat dua nakes di Kabupaten Tulungagung dinyatakan gugur dalam tugasnya menangani Covid-19.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, mulanya yang bersangkutan dilakukan swab pada 11 november 2020. Dari hasil swab tersebut, yang bersangkutab dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Setelah itu, yang bersangkurab dilakukan isolasi di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Selang tiga hari selama menjalani isolasi, rupanya kondisi nakes tersebut semakin menurun. Pada akhirnya pihak gugus tugas mengirim nakes tersebut ke Surabaya tepatnya di Rumah Sakit Airlangga. Selama perawatan disana, baru semalam yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.

“Kami perkirakan, virus covid di dalamnya memperparah kondisi yang bersangkutan. Dengan begitu sampai hari ini tercatat 4 orang nakes yang sudah dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19,” kata Galih Nusantoro, Rabu (25/11).

Lanjut Galih, dengan meninggalnya nakes tersebut, Gugus Tugas tidak akan menutup atau melakukan lockdown di rumah sakit tempatnya bekerja. Hal itu dikarenakan nakes tersebut tertular melalui pasiennya. Sedangkan selama dilakukan proses tracing pada kontak erat diruang lingkup rumah sakit tersebut, tidak ditemukan adanya penularan baru.

“Yang bersangkutan itu ditempatkan pada bagian anwstesi, jadi dimungkinkan tertularnya oleh pasien yang ditangani itu,” lanjutnya.

Diakatan, saat ini di Kabupaten Tulungagung, terdapat dua kluster penularan yang sampai sekarang masih sering ditemukan. Kedua Kluster tersebut yakni kluster keluarga dan kluster BUMN. Menurut Galih, untuk kasus meninggalnya nakes tersebut rupanya juga menulari anggota keluarganya yakni anak, dan adik istrinya, sehingga kasus tersebut tergolong kluster keluarga.

“Kalau nakes itu istri sama anaknya sudah sembuh, menyisakan satu orang yang masih belum sembuh yakni adik istrinya nakes tersebut,” ungkap Galih.

Sebelumnya, tiga hari yang lalu tepatnya pada tanggal 20 November 2020, seorang bidan disalah satu puskesmas di Tulungagung juga dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan secara intensif selama 10 hari di ruang Isolasi RSUD dr. Iskak karena terkonfirmasi positif Covid-19. Menurut Galih, bidan tersebut menghembuskan nafas terakhir disebabkan adanta komplikasi penyakit diabetes melitus (DM) yang membuat kondisinya semakin memburuk.

“Bidan ini kami rilis terkonfirmasi positif Covid-19 pada 15 november 2020, lalu lima hari kemudian yang bersangkutan sudah gugur. Tetapi sebelum itu dia sudah dirawat secara insentif,” tuturnya.

Kendati demikian, dengan bertambahnya tenaga kesehatan yang berguguran akibat terpapar Covid-19. Menurut Gakih, dimungkinkan membuat rasio penularan akan meningkat, sehingga mengakibatkan kenaikan poin rasio penularan. Namun menurutnya, pihaknya berharap dengan banyaknya pasien terkonfirmasi positif yang juga sembuh membuat rasio tersebut tidak terlalu naik secara signifikan.

“Kalau poin rasio penularannya naik, otomatis zona di Kabupaten Tulungagung juga bisa beralih. Tetapi karena disini dibarengi tingkat kesembuhan yang banyak, semoga hal itu nantinya tetap bisa mempertahankan status zona kuning di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.

Perlu diketahui, hingga saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sebanyak 538 kasus, dengan rincian, lima orang dilakukan Isolasi di RSUD dr. Iskak Tulungagung. 11 orang dilakukan Karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung. Tujuh orang sedang menjalani perawatan. 509 orang sudah dinyatakan sembuh. Serta, enam orang dinyatakan meninggal dunia.(gus/fif)