Hari Jadi Kabupaten Tulungagung, Pemkab Tulungagung Launching SIKESTA

oleh -10 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung melaunching Sistem Informasi Kesehatan Tulungagung (SIKESTA) dalam rangka hari jadi Kabupaten Tulungagung yang ke 815 Senin(30/11).

Inovasi Sikesta tersebut ditujukan untuk mempermudah tenaga kesehatan dalam mengakses kondisi kesehtan setiap masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah.

Sekretaris Daerah Tulungagung Drs.Sukaji Msi mengatakan, hal ini merupakan suatu inovasi di bidang kesehatan dari Dinkes Tulungagung dan RS dr. Iskak Tulungagung.

Pihaknya mengaku sangat mengapresiasi adanya inovasi tersebut yang ditujukan untuk mempermudah tenaga kesehatan dalam mengakses kondisi kesehatan setiap masyarakat.

“Launching Sikesta dan layanan operasi di RSUD dr. Iskak Tulungagung ini sangat bagus dan sangat diperlukan tenaga kesehatan kita saat ini. Apalagi ini ditujukan untuk mempermudah tenaga kesehatan untuk memantau kesehatan masyarakat,” kata Sukaji, Senin (30/11).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad mengaku, secara teknis. Visi dan misi dari inovasi Sikesta ini mengenai pelayanan mulai dari usaha kesehatan perorangan dan usaha kesehatan masyarakat. Menurutnya, nantinya segala data yang sudah diinput di Sikesta akan langsung terkoneksi dengan layanan di RSUD dr. Iskak maupun di RS swasta lain yang akan terkumpul dalam satu data.

“Semua informasi kesehatan masyarakat bisa terkoneksi disini yang diperuntukkan kepada tenaga kesehatan kami di seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung,” ungkap dr. Kasil.

Lanjut dr. Kasil, adanya inovasi ini dikarenakan sebelumnya petugas kesehatan terlalu banyak membuat laporan. Hal itu membuat adanya data-data yang terpecah, sehingga itu dianggap merepotkan. Namun dengan adanya Sikesta, laporan tersebut hanya cukup diketik dan dikumpulkan menjadi satu. Dengan begitu nantinya data tersebut akan terdistribusi ke usaha kesehatan masyarakat (UKM), sehingga petugas yang terlibat bisa melihat faktor resiko penyakit apa saja yang diderita oleh masyarakat di desanya yang memerlukan kunjungan sesegera mungkin.

“Jadinya satu orang itu cuma perlu mengetik satu nama alamat, itu sudah bisa dipakai pada laporan yang sudah ada. Kalau sebelumnyakan satu nama itu ditulis berkali-kali untuk keperluan laporan.

Nah Sikesta ini untuk mensimpelkan agar pekerjaannya lebih efektif. Kan ada petugas dari perawat desa atau bidan desa. Mereka ini bisa melihat dari data di Sikesta seperti yang terkena diabetes berapa orang, hipertensi berapa orang, bahkan Covid-19 juga masuk disitu, sehingga mereka bisa menangani warga mana yang membutuhkan pelayanan lebih dulu,” pungkasnya.(gus/fif)