Jelang Pilkada 9 Desember,Mas Dhito Sowan Ke Ponpes Lirboyo

oleh -40 views

SURYA RADIO KEDIRI- Jelang Pilkada 9 Desember mendatang, Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono silaturahmi dan meminta doa restu ke Ponpes Lirboyo,Minggu (29/11/20) malam.

Dalam silaturahmi tersebut Mas Dhito ditemui langsung KH Anwar Mahrus ,KH Kafabihi Mahrus ,Gus An’ Im ,Gus Muid, Gus Reza serta Gus Nabil.
Dalam bincang santai tersebut Mas Dhito dan para kiai berbincang tentang perkembangan Kabupaten Kediri untuk 5 tahun kedepan.
“Kedatangan saya ke Ponpes Lirboyo untuk memohon doa restu para kiai dan gawagis,
dikarenakan Ponpes Lirboyo sangat berpengaruh di Kabupaten Kediri juga merupakan pondok tertua di Kediri,”kata putra Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung.

Menurut Mas Dhito, dengan keberadaan bandara nantinya dampak sosial juga saya sampaikan kepada tokoh agama, alim ulama, habaib, poro kiai dan Gawagis yang nantinya bisa membentengi dampak sosial adanya bandara ya beliau – beliau ini,”kata dia.

Sementara itu,KH An’im Falachuddin Mahrus Pengasuh Ponpes Lirboyo mengatakan, Alhamdulillah kesan pertama yang kami dapatkan dari anak muda yang ramah, mudah bergaul tidak terlalu birokratis.

“Jadi harapan kami nanti kalau Mas Dhito menjabat tidak terlalu membatasi diri, fleksibel, supel itu yang kita harapkan, ” ucap Gus An’im kepada awak media, Senen (30/11/2020)

Gus An’im sangat berharap kepada Mas Dhito dan Mbak Dewi ini, anak muda yang ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Kediri, dimana di Kediri nantinya akan ada bandara, ada jalan tol yang meliputi Nganjuk-Kediri dan disusul Tulungagung.

Dengan adanya bandara dan jalan tol kita juga berharap kepada Mas Dhito sosok yang muda dan kreatif pastinya bisa lebih memajukan Kabupaten Kediri  dan bisa mengundang investor.

Dan juga di Kediri banyak sekali pondok pesantren yang besar. Seperti, Pondok Ploso, Pondok Lirboyo, Pondok Sumbersari, LDII dan pondok-pondok yang lain.

Ia juga berharap apa yang dilakukan Mas Dhito bisa merangkul kalangan pondok pesantren, dan juga di Kediri ada pabrik rokok besar gudang garam bagaimana Mas Dhito bisa mengupayakan supaya Kediri lebih makmur dan sejahtera.

Kalau masalah benteng sosial atau benteng ahklak, ponpes memang sudah berkomitmen sejak dulu. Baik, sebelum adanya bandara, atau setelah adanya bandara.

“Pondok pesantren otomatis akan lebih kreatif lagi, lebih agresif dalam mendidik anak-anak santrinya dan mendidik anak-anak masyarakat Kediri agar sisi kemajuan yang ada di Kediri, tetep tidak melupakan akhlak dan perilaku-perilaku yang tetap santun, ” urainya.

Disinggung terkait program Mas Dhito, dengan bisyaroh atau insentif untuk guru madin dan santri wirausaha. Gus An’im menegaskan, program itu sangat bagus sekali, memang selama ini pesantren, seperti ketinggalan kereta.

Dalam masalah santri untuk berwirausaha dan kemudian, insentif guru madin memang selama ini perhatian Pemerintah masih sangat kurang sekali.

Jadi guru-guru diniyah inilah yang mengambil peran membangun manusia seutuhnya yaitu dibidang akhlak dan jiwa, ini penting sekali, tapi selama ini masih diabaikan oleh Pemerintah.

Kami sangat berharap dari Pemerintah bahwa pendidikan agama semakin mengguatkan bagaimana Kediri ini maju tapi tetap dengan Akhlakul Karimah.

“Program dan kreatifitas Mas Dhito untuk insentif guru-guru diniyah sangat bagus sekali. Apalagi, sekarang UU Pesantren sudah disahkan tinggal nanti menunggu Perdanya seperti apa yang berpihak kepada pesantren, ” tuturnya.

Gus An’im juga berharap dengan program santri wirausaha, dengan pendidikan santri yang didik murni tentang agama.

“Saya berharap program wirausaha ini bisa terwujud dan ketika santri berada di rumah dengan ketrampilan wirausaha yang dimiliki akan bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya, ” pungkas Gus An’im.(wg)