GTPP Tulungagung Layangkan Somasi Kepada Salah Satu Bank Di Tulungagung

oleh -10 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung melayangkan somasi terhadap salah satu Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kabupaten Tulungagung.

Pasalnya, Bank BUMN tersebut kedapatan tidak kooperatif terhadap gugus tugas, lantaran salah satu karyawannya kedapatan reaktif terhadap test antigen Covid-19.

Wakil Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengaku kecewa terhadap penanganan Covid-19 yang dilakukan salah satu Bank BUMN di Tulungagung.

Menurutnya, pihaknya sangat keberatan terhadap pola penanganan Covid-19 di tempat tersebut. Mengingat dalam menangani Covid-19 harus ditangani secara kolaborasi dan koordinasi yang benar antara yang instansi terkait dengan Gugus Tugas.

“Penanganan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Artinya, harus ada sinkronisasi program terhadap penanganan Covid-19 agar penanganan bisa ditangani dengan baik dan secepat mungkin,” jelas Galih Nusantoro, Rabu (16/12/2020).

Galih menjelaskan, dilayangkannya somasi tersebut lantaran ada kegiatan test swab antigen yang dilakukan oleh Bank BUMN di Tulungagung kepada seluruh karyawannya.

Setelah itu didapati salah satu karyawan yang reaktif terhadap test antigen tersebut. Namun sayangnya, dengan adanya temuan tersebut, tidak langsung dilakukan tindakan komprehensif oleh institusinya terhadap keluarga maupun kontak erat karyawan tersebut.

“Mereka bingung saat mendapati ada karyawannya yang reaktif, sedangkan Gugus Tugas tidak tahu itu. Akhirnya setelah mereka melaporkan temuan itu, baru kita arahkan sesuai penanganan yang selama ini kita lakukan saat menangani orang yang terpapar,” jelasnya.

Menurut Galih, seharusnya semua perusahaan, lembaga, maupun institusi yang melakukan penanganan atau antisipasi Covid-19 dengan melakukan test sendiri. Setidaknya harus dilakukan koordinasi dengan gugus tugas agar penanganan tersebut bisa komprehensif. Dengan begitu, jika kedepannya masih didapati adanya perusahaan, lembaga maupun instansi yang dalam penanganan Covid-19 tidak dilakukan koordinasi lebih dulu dengan Gugus Tugas. Maka pihaknya akan memberikan teguran keras dengan melayangkan somasi seperti yang dilakukannya saat ini.

“Kami tidak setuju dengan penanganan seperti itu. Koordinasi dulu, kami juga terbuka kok. Penanganan Covid-19 itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi yang matang agar penanganan bisa cepat dan tepat,” tegasnya.

Kendati demikian, beruntung hanya ditemukan satu orang yang reaktif terhadap test antigen tersebut. Namun usai dilakukan uji swab, diketahui yang bersangkutan juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan sudah dilakukan isolasi di Rusunawa. Sampai saat ini, gugus tugas juga masih melakukan tracing terhadap kontak erat karyawan BUMN tersebut. (gus/fif).