Jarak Berdekatan Dengan Pasar Tradisional, 16 Toko Modern Ditutup

oleh -9 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Komisi C DPRD Tulungagung bersama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung pada, Senin (4/1) sepakat akan melakukan penutupan kepada 16 toko modern yang tersebar di Tulungagung. Hal itu disampaikan pada saat hearing yang digelar di Ruang Aspirasi DPRD Tulungagung.

Pasalnya, 16 toko modern tersebut rupanya jaraknya berdekatan denga pasar tradisional. Padahal secara aturan, hal tersebut tidak diperbolehkan.

Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori mengatakan, sebelumnya pihak DPMPTSP sudah menyampaikan surat peringatan terhadap 16 toko swalayan tersebut lantaran jaraknya yang berdekatan dengan pasar tradisional.

Pihaknya bersama dinas tekait akhirnya sepakat untuk melakukan penutupan di akhir desember. Menurut Asrori, pihaknya memberikan toleransi terhadap 16 toko modern tersebut sampai dengan tanggal 11 Januari 2021.

Hal itu dilakukan agar toko-toko tersebut bisa mempersiapkan untuk memindahkan barang-barang yang ada di toko.

“Memang mereka sempat meminta toleransi sampai dengan tanggal 11. Itu untuk persiapan memindahkan barang di Toko. Namun kalau sampai tanggal tersebut ternyata tidak diindahkan, sudah kita sepakati untuk menutup tempat tersebut oleh Satpol PP.

Untuk aturannya sebenarnya yang terpenting mengikuti aturan yang ada. Minimal satu kilo dari pasar tradisional untuk tidak di dirikan toko modern yang berjejeran. Sebenarnya ini upaya kita dalam menjaga pedagang tradisional,” Jelas Asrori, Senin (4/1/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung Maryaji mengatakan, sesuai dengan petunjuk DPRD tadi. Pihaknya mulai besok akan menyampaikan surat keputusan hasil hearing bersama DPRD Tulungagung terhadap ke 16 toko modern tersebut. Menurutnya, sesuai dengan petunjuk DPRD, proses tersebut dilakukan sampai tanggal 11, yang berarti pada tanggal tersebut, ke 16 toko modern yang sudah disurati untuk segera menutup dan sudah memindahkan barang-barangnya.

“Kita kalau sudah ada hearing seperti ini dan ada petunjuk. Jadikan langkah yang kita lakukan sudah kuat. Kalau tidak ada seperti ini, kita tidak bisa asal memutuskan tanggal sekian sudah harus tutup,” Kata Maryaji.

Disinggung terkait adanya permintaan perpanjangan. Maryaji mengaku dari 16 toko modern yang hendak dilakukan penutupan tersebut sebenarnya tidak ada yang meminta perpanjang. Hanya saja, mereka sempat menyurati pihak DPMPTSP bahwa pihak toko modern memiliki kontrak sewa kepada masyarakat lebih dari tanggal 31 desember 2020. Maka dari itu mereka meminta agar diperbolehkan menghabiskan sisa kontrak tersebut.

“Bukan memperpanjang, cuma meminta izin untuk menghabiskan sisa kontrak dengan masyarakat. Mereka sudah tau dari surat saya yang menyatakan tanggal 31 sudah harus ditutup. Makanya seperti yang dikatakan ketua komisi, bahwa kami memberikan toleransi karena memang mereka pasti juga butuh persiapan,” pungkasnya.(gus/fif)