Diguyur Hujan Deras,Jalan Penghubung Dua Kecamatan Ambles

oleh -5 views

 

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tulungagung ,mengakibatkan jalan alternatif di desa Picisan Kecamatan Sendang Ambles ,Kamis (7/1/21) dini hari. Jalur yang menghubungkan dua Kecamatan yakni Karengrejo dan Sendang itu ambles hingga kedalaman 12 meter

Padahal, jalan tersebut baru selesai dibangun tiga tahun yang lalu dan mulai bisa dilalui warga.

Kepala Desa Picisan, Muselam menjelaskan, Awalnya, pada (6/1) jalanan tersebut sedikit mengalami ambles, sehingga pihaknya menyiasati dengan mengambilkan pasir untuk menutup celah agar air tidak masuk. Namun malamnya ternyata terjadi hujan deras semalaman. Puncaknya pada pukul 01.00 WIB terdengar suara longsor. Usai beberapa penduduk memastikan hal tersebut, rupanya kondisi jalanan tersebut sudah longsor sebagian.

“Sebenarnya tiga hari yang lalu itu sudah sedikit ambles. Tetapi lama kelamaan amblesnya itu semakin parah. Sudah kami coba tutupi dengan pasir dan kami padatkan. Tetapi justru malah terjadi longsor,” jelas Muselam, Kamis (7/1).

Sebenarnya pada jalanan tersebut terdapat saluran tepi yang berfungsi seperti saluran irigasi. Namun menurut Muselan, saluran tersebut tidak berfungsi normal, sehingga saat terjadi hujan justru air menggenang pada jalanan tersebut. Dimana hal itu diduga kuat menjadi penyebab longsornya jalanan tersebut.

“Mungkin logsor ini terjadi akibat airnya meresap kebawah jalanan melalui saluran tepi ini. Yang mengakibatkan tanah dibawah jalan ini jadi labil, sehingga terjadi longsor,” lanjutnya.

Kendati demikian, Muselam mengungkapkan jika jalanan tersebut sebenarnya baru selesai dibangun pada tahun 2018 lalu dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jatim. Dimana pada saat itu, pengerjaanya dilakukan oleh CV.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalan alternatif antar desa setempat. Dimana jalanan tersebut juga menjadi jalur alternatif tercepat bagi warga desa setempat untuk menuju ke Kecamatan.

“Kondisinya seperti ini otomatis kita tidak bisa lewat dan harus memutar. Mau gimana lagi, yang menyangga disitu cums tinggal cor yang saling mengait.

Jadi jika cor itu lepas sudah otomatis jatuh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tulungagung, Nadhlori Alwi mengatakan, setelah Tim BPBD meninjau lokasi, nantinya pada tempat terjadinya longsor tersebut akan diberi garis keamanan agar tidak dilalui warga. Mengingat kondisi jalan walaupun kelihatannya masih separo. Namun kondisi tersebut sudah sangat menggantung dan akan berbahaya sekali jika dilalui masyarakat.Menurutnya, untuk pemberian tanggul sementara dirasa sangat tidak mungkin.

Mengingat kondisi jalanan yang longsor tersebut sudah cukup parah. Untuk itu pihaknya mengambil langkah untuk koordinasi dengan Dinas PU, sehingga nantinya yang bertugas secara teknis yakni Dinas PU.

“Ini merupakan langkah penanganan pertama dari BPBD. Jadi kami akan garis di sekitaran TKP agar warga tidak bisa melalui jalur ini. Kalau pemberian tanggul sementara tidak kami lakukan karena kondisinya sendiri juga cukup parah. Biar nanti Dinas PU saja yang mengambil langkah teknis terkait ini,” kata Alwi.

Pihaknya menghimbau kepada warga pada daerah rawan longsor. Apabila ada hujan lebat terus menerus selama lebih dari dua jam. Bagi daerah-daerah yang curam untuk berhati-hati jika ada suara gemuruh atau retakan.

“Masyarakat pegunungan utamanya, harap berhati-hati. Kalau ada suara gemuruh atau retakan yang bisa kita deteksi lebih dini, sehingga bisa segera melakukan evakuasi,” tutupnya.(gus/fif)