Lakukan Pembelajaran Secara Luring, Satgas Covid-19 Hentikan Proses Belajar Salah Satu SMK di Tulungagung

oleh -89 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Salah satu SMK di Tulungagung pada, Rabu (13/1) terpantau masih melakukan pembelajaran secara luring. Padahal sebenarnya sejak tanggal 11 Januari lalu, Pemkab Tulungagung melarang adanya pembelajaran luring disetiap jenjang pendidikan di Tulungagung. Akibatnya, seluruh siswa di sekolah tersebut harus dipulangkan dengan segera dan pihak sekolah diminta untuk tidak menggelar pembelajaran luring lagi.

Anggota Komunikasi Publik Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Dedi Eka Purnama mengatakan saat para guru dan staff dikonfirmasi memang benar jika yang masuk hanya kegiatan praktik. Menurutnya jumlah nya dibatasi. Meski begitu, berdasarkan surat bupati yang baru. Pembelajaran luring masih belum diperbolehkan, sehingga diharuskan menjalankan secara daring. Atas dasar tersebut, pihaknya meminta agar pembelajaran dihentikan dahulu.

“Tadi pihak sekolah juga kooperatif dan mau menghentikan pembelajarannya. Terus para siswa juga dipulangkan. Serta pihak sekolah berjanji untuk mulai besok tidak melakukan kegiatan praktik secara luring,” ujar Dedi Eka Purnama, Rabu (13/1).

Pihaknya belum menerapkan sanksi terhadap pihak sekolah mengingat hal ini merupakan pelanggaran pertama. Jika nantinya pihak sekolah kedapatan lagi melanggar aturan, barulah pihaknya bisa menerapkan sanksi. Mengingat semua sekolah baik SMA maupun SMK semuanya melakukan pembelajaran secara daring sampai tanggal 25 Januari. Meskipun hierariki kewilayahan di SMK tersebut berbeda. Namun menurut Dedi, dikarenakan tempat berdirinya SMK tersebut di wilayah Tulungagung. Maka harus tetap melakukan aturan sesuai yang berlaku di Tulungagung.

“Itukan cuma wilayah kerjanya yang berbeda. Tetapi secara lokasi inikan berada di Tulungagung. Apalagi gubernur Jawa Timur kemarin juga memerintahkan kalau kabupaten/kota tersebut masih rawan, untuk tetap menggelar pembelajaran daring,” tutupnya.

Sementara itu, BKSDM SMKN 2 Tulungagung, Honni Setiadi sekaligus ketua Gugus Tugas Covid SMK 2 meminta maaf jika masih melakukan pembelajaran luring disekolah. Menurutnya, sebenarnya pembelajaran tersebut sudah melalui pertimbangan yang banyak. Meski begitu, pihaknya mengaku akan lebih memilih mengikuti anjuran pemerintah setempat.

“Kemarin masuknya mulai tanggal 4 Januari. Tetapi karena kedatangan bapak dari Satgas ini, mulai besok kami tidak akan melakukan pembelajaran luring lagi,” jelasnya.

Selama melakukan pembelajaran daring, sebenarnya pihaknya sudah melakukan sistem shift ganjil genap. Menurutnya, itupun dilakukan selama 30 menit bagi setiap shift, sehingga secara total siswa berada di sekolah hanya selama 2 jam. Tentunya dia mengaku penerapan prokes tetap dilakukan secara ketat.

“Sebagai contoh begini. Karena sekarang kelas 2 masih menjalankan praktik kerja industri (prakerin). Praktis kelas 2 tidak hadir di sekolah, sehingga yang hadir hanya kelas 1 dan 3. Itupun satu harinya contoh hari senin untuk kelas 1, besoknya untuk kelas 3,” pungkasnya.

Menanggapi adanya pembelajaran luring di salah satu SMK di Tulungagung, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Tulungagung dan Trenggalek, Solikin mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menyampaikan ke seluruh lembaga SMA maupun SMK bahwa mulai tanggal 11 diharuskan untuk daring. Hal itu berlaku bagi SMA maupun SMK baik negri maupun swasta di Tulungagung.

“Memang harus mengikuti aturan dari Gubernur maupun Bupati Tulungagung. Makanya sesuai aturan, pembelajaran daring sampai tanggal 25. Tetapi nantinga kita masih menunggu keputusan tanggal 25 itu gimana,” kata Solikin.

Kendati demikian, nantinya jika ditemukan adanya SMA atau SMK lain yang juga kedapatan melakukan pembelajaran secara luring. Pihaknya berjanji akan dengan tegas menegur dan menghentikan pembelajaran tersebut. Kecuali jika pembelajaran yang digelar disekolah tersebut sudah diizinkan oleh Satgas. Barulah pihaknya memperbolehkan tetapi dengan tetap menerapkan prokes secara ketat.

“Kalau sudah ada izin dari Satgas otomatis kami tidak bisa melarang pembelajaran itu. Yang terpenting prokes tetap dijalankan secara ketat agar tidak terjadi penularan Covid-19,” pungkasnya.(gus/fif)