Pedagang Pasar Rejotangan Terpapar Covid-19, Petugas Lakukan Seterilisasi

oleh -6 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Pasar Rejotangan sempat dilakukan penutupan selama dua hari mulai Jumat sampai Sabtu kemarin. Pasalnya, salah seorang pedagang sayur di pasar tersebut sempat dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kapolsek Rejotangan, AKP Heri Poerwanto mengaku, penutupan tersebut dilakukan lantaran untuk melakukan proses sterilisasi pasar yakni dengan dilakukan penyemprotan disinfektan.

Menurut Heri, aktivitas dipasar dimulai dari jam 2 sampai jam 6 pagi. Pada jam-jam tersebut, pasar relatif ramai lantaran banyak yang berbelanja sayur. Hal itulah yang membuat pihaknya sepakat untuk menutup sementara untuk dilakukan penyemprotan.

Pasalnya, jika tidak dilakukan hal itu justru akan sangat berbahaya bagi para pedagang lain ataupun pengunjung pasar.

“Penyemprotan tersebut merupakan inisiatif satgas kecamatan, mulai dari Kecamatan, Koramil, Polsek dan puskesmas. Kita juga sempat meminta saran ke Satgas Kabupaten, dan mereka menyetujui karena memang ini langkah yang bagus untuk pencegahan,” ungkap AKP Heri Poerwanto, saat dikonfirmasi melalui telefon, Minggu (17/1).

Kendati demikian, menurut Heri saat ini aktivitas dipasar sudah kembali berjalan seperti sebelumnya. Namun tetap pihaknya menghimbau agar baik pedagang maupun pembeli di pasar rejotangan untuk melakukan transaksi pembelian secara hati-hati. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol 3M seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Memang setelah dilakukan sterilisasi itu bisa dibilang area tersebut sudah aman. Tetapi tetap saja, agar kita tidak tertular Covid-29, kita juga harus tetap menerapkan prokes 3M,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro membenarkan jika ada pedagang pasar Rejotangan yang terkonfirmasi positif.

Menurut Galih, saat ini pedagang tersebut sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak lantaran menunjukkan adanya gejala Covid-19. Sedangkan untuk pihak keluarga yang bersangkutan hanya dilakukan isolasi diri dirumah.

“Kontak erat yang bersangkutan seperti keluarga sudah dilakukan uji swab, sehingga saat ini tinggal menunggu hasilnya. Justru malah awalnya mau tiga hari ditutup. Waktu itu Satgas Kecamatan meminta pendapat ke Satgas Kabupaten. Lalu disepakati untuk ditutup dua hari untuk dilakukan penyemprotan,” jelas Galih.(gus/fif)