Akibat Jam Malam ,Belasan Pemuda Datangi Kantor Pemkab Tulungagung

oleh -5 views

SURYA RADIO TULUNGAGUNG – Belasan pemuda dari berbagai sektor usaha ekonomi menengah ke bawah di Tulungagung melakukan audiensi dengan Forkopimda menyoal pemberlakukan jam malam. Dengan diberlakukanya jam malam, banyak pelaku usaha yang mengalami penurunan omset hingga 80 persen.

Seharusnya bukan operasi jam malam yang diberlakukan, melainkan operasi protokol kesehatan (prokes) yang harus masif dilakukan untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Tulungagung.

Salah satu perwakilan peserta audiensi, Muhammad Afifudin mengatakan, hari ini (19/1) perwakilan pedagang kaki lima (pkl), pelaku warkop, angkringan, foodtruck dan perwakilan pelaku usaha kuliner melakukan audiensi bersama Forkopimda.

Hal itu dilakukan atas respon dari pemberlakuan jam malam yang merugikan mereka. “Kami menyoal jam malam. Karena kami hanya bisa berjualan tidak lebih dari tiga jam saja. Dan tentu itu merugikan kami,” tuturnya.

Pria berambut gondrong itu menjelaskan, jam malam yang diberlakukan mulai 20.00 – 04.00 WIB dirasa tidak efektif untuk menekan angka penularan Covid-19. Jika penerapan jam malam itu untuk menghindari kerumunan, itu kurang masuk akal. Karena pada siang hari juga banyak tempat kerumunan. “Jadi kami rasa patokannya jangan waktu, tapi pendisiplinan prokes,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua PC PMII Tulungagung itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah menawarkan solusi kepada Pemkab Tulungagung, dari pada operasi jam malam, lebih baik melakukan operasi prokes. Para pelaku usaha juga siap ditindak tegas jika didapati melanggar prokes. “Kami siap kok jika ditindak karena melanggar prokes. Bahkan jika ada konsumen datang tapi tidak memakai masker, kami akan tolak,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menuturkan, terkait jam malam, memang harus menunggu hasil evaluasi PPKM pada (25/1) mendatang. Jika dari hasil evaluasi bagus, maka sangat dimungkinkan akan ada pelonggaran jam malam. Maka dari itu pihaknya meminta kepada pelaku usaha untuk sedikit bersabar dan maklum. “Kita lihat apakah evaluasi kedepan hasilnya bagus atau tidak. Kalau bagus tentu akan ada pelonggaran jam malam,” ujarnya.

Pria ramah itu juga mengapresiasi kajian yang telah dilakukan dan mendukung solusi yang ditawarkan untuk menegaskan serta memperketat penerapan prokes di pelaku usaha. “Kajian dan masukan mereka bagus. Bahkan mereka siap ditindak tegas jika tidak menerapkan prokes,” pungkasnya.(gus/fif)